Sabtu, 28 Mei 2022

Idul Adha di Masjid Istiqlal, Diingatkan Tentang Pembentukan Karakter Anak

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Saat Idul Adha 1438 H di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (1/9/2017) para jemaah menyimak khutbah dari khatib. Foto: Jose suarasurabaya.net

Shalat Idul Adha 1438 H di Masjid Istiqlal Jakarta diikuti sekitar 35 ribu umat Islam.

Meskipun shalad Idul Adha dimulai pukul 07.00 WIB tapi kebanggaan umat Islam Indonesia dan terbesar di Asia Negara sudah dipenuhi umat Muslim sejak shalat Subuh.

Jusuf Kalla Wakil Presiden RI berada di shaf terdepan bersama pimpinan lembaga negara dan perwakilan negara negara sahabat di Jakarta.

Sedang Joko Widodo Presiden RI tahun ini dengan beberapa anggota kabinet Kerja Jokowi-JK ber- Idul Adha di Sukabumi, Jawa Barat. Sehingga tidak seorang menteri pun yang terlihat di Masjid Istiqlal.

Kamarudin Amin Direktur Jenderal Pendidikan Islam yang bertindak selaku khatib, selain bercerita tentang komunikasi antara Nabi Ibrahim dengan Ismail ketika menghadapi ujian dari Allah juga bebicara tentang implementasi kesetiaan seorang ayah dan anak tersebut di era kekinian.

Kamarudin mengatakan, dialog antara Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan pola dan hubungan komunikasi antara orang tua dan anak.

Anak adalah amanah, sedang orang tua adalah madrasah yang pertama dan utama dalam pembentukan karakter seorang anak.

Orang tidak hanya berkewajiban membentuk kepribadian anaknya menjadi sholeh dan taat kepada Tuhannya tapi juga mengajarkan arti dan cara menghargai lautan kehidupan.

Dalam khutbahnya, Dirjen Pendis itu juga menyebutkan dialog Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan bahwa orang tua dan anak harus bersama-sama terlibat dalam pembentukan karakter anak.

“Anak tidak cukup hanya diajari tapi harus diberi keteladanan,” pesannya.

Masjid Istiqlal pada Hari Raya Idul Adha 1438 H ini menerima 27 ekor sapi dan 26 ekor kambing. (jos/dwi/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
28o
Kurs