Kamis, 26 Mei 2022

Kemiskinan Bojonegoro Terurai Bantuan Keluarga Harapan

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan bantuan PKH non tunai di desa Dolog Gede Kecamatan Tambakrejo, Jumat (23/6/2017). Foto: Istimewa

Suyoto Bupati Bojonegoro mengaku mampu mengentaskan kemiskinan berkat Program Keluarga Harapan (PKH). Bojonegoro yang dulu kawasan termiskin, kini sudah bisa dientaskan.

Dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, pernyataan Suyoto ini disampaikan langsung di hadapan Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan bantuan PKH non tunai di desa Dolog Gede Kecamatan Tambakrejo, Jumat (23/6/2017).

“Tahun 2000 Bojonegoro jadi daerah termiskin di Jatim. Setelah ada PKH kita keluar dari kutukan itu. Ini bukti bahwa program ini mampu menyejahterakan masyarakat miskin,” tambah Bupati yang akrab dipanggil Kang Yoto ini.

Menurut dia beberapa pelaku UMKM yang ditemuinya ternyata alumni PKH. Ini membuktikan bahkan program ini efektif mengentas kemiskinan.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa mengkhawatirkan beban kemiskinan akan bertambah karena Lebaran kali ini berbarengan dengan masuknya tahun ajaran baru bagi anak sekolah.

“Meski di Hari Raya, kalau kebutuhan sekolah anak terpenuhi, hati mereka akan tenang,” kata Khofifah.

Sementara itu, pencairan dana PKH di Bojonegoro, total mencapai Rp87.871.770.000 untuk 46.493 keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan Rastra, total Rp166.597.279.200 untuk 121.462 keluarga dan bantuan sosial disabilitas, total mencapai Rp30 juta untuk 10 orang. (fik/dwi)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 26 Mei 2022
26o
Kurs