Rabu, 1 April 2026

Kerap Dijegal, KPK Ibarat Pesepakbola Asing di Negeri Sendiri

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi KPK. Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net

Taufiequrachman Ruki mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya bermacam hambatan yang dialami KPK dalam upaya memberantas korupsi.

Hambatan itu berasal dari orang-orang yang terusik dengan keberadaan KPK. Tapi, kata Ruki, tidak jarang juga yang berupaya menjegal dari kalangan penegak hukum yang sama-sama punya tugas memberantas segala bentuk korupsi.

Kalau diibaratkan pemain sepakbola, KPK seperti seorang pemain asing yang berkompetisi di Liga Indonesia.

“KPK seperti pemain asing yang didatangkan ke Liga Indonesia. Bukannya dioper bola, tapi malah dijegal teman sendiri. Padahal harusnya diumpan supaya bisa mencetak gol,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/2/2017).

Selain dijegal, belakangan ini KPK juga diancam tidak diberikan anggaran tahun 2018, karena tidak mau menuruti permintaan Pansus Hak Angket KPK yang dibentuk DPR, untuk menghadirkan Miryam Haryani.

“KPK mau tidak dikasih anggaran tahun depan oleh anggota DPR. Pikiran seperti apa itu? Aneh kalau ada anggota parlemen yang menyatakan seperti itu. Itu jelas tidak logis dan sesat pikir,” imbuh Ruki.

Seperti diketahui, Mukhamad Misbakhun anggota Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di DPR, berencana meminta Komisi III DPR yang merupakan mitra kerja KPK, tidak membahas anggaran KPK tahun 2018.

Pernyataan anggota Fraksi Golkar itu adalah buntut dari penolakan KPK memberi izin Miryam Haryani tersangka kasus pemberi keterangan palsu dalam persidangan, untuk hadir dalam rapat Pansus Hak Angket, Senin (19/6/2017).

Selain mengancam memboikot anggaran KPK, Misbakhun juga mengusulkan Komisi III tidak membahas anggaran Polri.

Ancaman itu karena Jenderal Polisi Tito Karnavian Kapolri menyatakan, tidak akan memenuhi permintaan menjemput paksa orang yang diminta Pansus Hak Angket KPK.

Menurut Kapolri, tidak ada landasan hukum bagi Polri menjemput paksa seseorang untuk kepentingan Pansus yang dibentuk DPR. (rid/iss)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 1 April 2026
25o
Kurs