Sabtu, 28 Mei 2022

Masih Sedikit Nelayan Jatim yang Ajukan Permintaan Bantuan ke Pemerintah

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Ilustrasi

Kebutuhan ikan di Jatim sekitar 1,7 ton pertahun dan baru terpenuhi sekitar 800-900 ton. Upaya yang harus dilakukan dengan meningkatkan sumber daya laut itu sendiri.

Heru Tjahjono Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur mengatakan, beberapa program sudah dilakukan seperti program restocking> ikan yang hasilnya ternyata kurang maksimal.

Selain itu ada program pelepasan ikan kembali ke laut dan budidaya ikan laut dan air payau. Program ini mempertahankan lahan budidaya ikan jangan sampai luasan lahannya berkurang.

“Ada juga program rekayasa pangan untuk mempercepat masa panen ikan,” kata Heru pada Radio Suara Surabaya.

Rekayasa pelabuhan-pelabuhan ikan yang harus ramah lingkungan, kata dia, yang bisa meningkatkan produksi ikan dan jangan sampai ikan rusak setelah sampai di pelabuhan.

Upaya lainnya yakni dengan pemberian bantuan alat pendingin pada para nelayan. “Mereka yang biasanya jual ikan langsung habis, sekarang tidak harus habis dan sisanya disimpan di alat pendingin. Nanti bisa dijadikan olahan ikan,” ujarnya.

Kata Heru, prinsipnya pemerintah fokus income perkapita nelayan bisa meningkat.

Langkah-langkah yang harus ditempuh agar nelayan mendapatkan bantuan pemerintah, kata dia, nelayan harus mengajukan proposal kemudian dilakukan verifikasi sampai muncul rekomendasi.

“Sampai saat ini masih sedikit nelayan yang ajukan permintaan. Dan baru nelayan pelabuhan Puger Jember yang sudah memanfaatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim,” katanya. (dwi/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
30o
Kurs