Senin, 24 Januari 2022

Mesir Kabarkan Status Darurat Tiga Bulan di Negaranya

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Abdel-Fattah al-Sisi Presiden Mesir. Foto: viva.co.id

Abdel-Fattah al-Sisi Presiden Mesir mendeklarasikan pemberlakuan status darurat tiga bulan di negaranya saat menyampaikan pernyataan yang disiarkan televisi pada Minggu malam.

Pengumuman itu datang berjam-jam setelah dua ledakan mematikan di bagian utara Mesir, yang menewaskan sedikitnya 44 orang dan menyebabkan 120 orang lebih terluka, kebanyakan korban adalah anggota jemaat yang sedang menjalankan ibadah Minggu Palma.

Serangan bom di Gereja Mar Girgis Kota Tanta di Provinsi Gharbiya menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai 78 orang, sementara bom bunuh diri selanjutnya di Gereja Saint Mark di kota pesisir Alexandria menewaskan 17 orang dan melukai 48 orang, demikian data menurut Kementerian Kesehatan, yang dikutip kantor berita Antara.

ISIS kemudian mengklaim bertanggungjawab atas dua pengeboman itu di situs beritanya yang disebut “Amaq”.

Al-Sisi dalam pernyataannya mengutuk keras serangan itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Presiden juga mengumumkan tiga hari duka untuk para korban.

“Terorisme berbahaya ini menyasar bangsa dan warganya, baik Koptik maupun Muslim, dan ini tidak akan mematahkan determinasi warga Mesir dan kesetiaan mereka melawan kekuatan jahat,” kata Sisi.

Pada bagiannya, Perdana Menteri mesir Sherif Ismail mengecam “persekongkolan rendah teroris yang menyasar keamanan warga Mesir dan stabilitas bangsa”, menjamin bahwa pemerintah akan memberikan semua dukungan yang diperlukan kepada para korban dan keluarga mereka.

Sementara Paus Tawadros II, pemimpin Gereja Ortodok Mesir yang berada di gereja yang diserang di Alexandria tak lama sebelum ledakan, memahami upaya pemerintah melawan terorisme.

“Warga Mesir bersatu melawan terorisme sampai ini terhapuskan.” kata Paus dalam satu pernyataan setelah ledakan itu.

Universitas Al-Azhar, institusi pembelajaran Islam tertinggi di Mesir dan dunia Muslim Sunni, mengecam ledakan gereja itu sebagai “kejahatan mengerikan terhadap seluruh warga Mesir.”. (ant/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Senin, 24 Januari 2022
27o
Kurs