Sabtu, 28 Mei 2022

PENS Kembali Raih Posisi Pertama Pemeringkatan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Kegiatan di PENS yang melibatkan mahasiswa Korea dan Malaysia. Foto: Totok suarasurabaya.net

Pemeringkatan kelompok perguruan tinggi Politeknik, merupakan upaya pemerintah melalui Kemristek Dikti untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi Politeknik.

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), meraih peringkat terbaik dipuncak pertama dengan score 2,24 jauh melewati saingan terdekatnya yaitu Politeknik Negeri Sriwijaya dan Politeknik Negeri Semarang, yang sama-sama meraih score 1,96.

Dr. Zainal Arief, Direktur PENS menegaskan bahwa sejak 2015 PENS telah menduduki peringkat terhormat meski pemerintah ketika itu masih mencampur peringkat seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Alhamdulillah, PENS telah meraih peringkat terhormat ini sejak tahun 2015, meskipun pada waktu itu pemerintah masih mencampur peringkat seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Kami patut berbahagia dan berbangga,” terang Zainal Arief.

Namun kata Zainal hal itu tidak memberikan jaminan bahwa PENS akan menduduki peringkat puncak tersebut secara terus menerus selamanya. Hal ini dikarenakan Politeknik lainnya tentu akan terus membenahi diri dan berkembang maju.

“Kita leading pada aspek kelembagaan dan kemahasiswaan, dan beda tipis dengan Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk aspek sumberdaya manusianya. Tapi, untuk penelitian dan pengabdian masyarakat PENS tertinggal jauh meski nilainya relatif berhimpit satu dengan lainnya,” kata Zainal.

Oleh karena itu, lanjut Zainal perlu ditetapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah. “Masalahnya, tugas mengajar dosen di Politeknik itu banyak dan adanya tuntutan harus sesuai dengan kebutuhan industri,” tambah Zainal.

Di samping itu, penelitian terapan yang merupakan karakteristik penelitian di Politeknik, merupakan tantangan tersendiri mengingat industri di tanah air belum terbiasa bekerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi.

Konsekuensi dari pemeringkatan ini, kata Zainal pemerintah meminta PENS merevitalisasi pendidikan vokasinya, yaitu aspek kemampuan SDM dosen dan tenaga kependidikannya melalui retooling di industri dalam maupun luar negeri.

Yang kedua, adalah peningkatan kualitas dan kuantitas peralatan praktikum yang sesuai standar industri. Dan yang ketiga, dan ini tidak kalah pentingnya yaitu meninjau kurikulum secara periodik agar selalu sesuai kebutuhan industri.

“Dan tentu saja, titik akhir dari proses pendidikan adalah alumninya, yang digembleng melalui peningkatan kemampuan tekno preneurship melalui PENSky, inkubator bisnis yang dimiliki oleh PENS. Ini juga sangat penting,” tegas Zainal.

Berbagai upaya lain, seperti penguatan program Pascasarjana Terapan yang sudah dimulai sejak 2012 juga menjadi perhatian Zainal Arief, alumni doktor dari Nara Institute of Science and Technology Jepang ini.

“Program Pascasarjana yang kita miliki baru 2 Program Studi, yaitu Teknik Elektro dan Teknik Informatika dan Komputer, keduanya telah berkembang dengan baik dan telah meluluskan alumninya, dan sekarang telah bekerja di industri, jadi dosen dan studi lanjut,” kata Zainal, Kamis (24/8/2017).

Beberapa dosen, kata Zainal telah dipersiapkan agar mereka segera menjadi profesor. Dan bila PENS sudah memiliki profesor, akan mempersiapkan program Doktor Terapan. “Nantinya ini menjadikan program doktor Politeknik pertama di tanah air,” pungkas Zainal Arief.(tok/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
24o
Kurs