Rabu, 24 Juli 2024

Pendakian Gunung Ijen Dibatasi Radius Satu Kilometer

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Panorama keindahan kawah di Gunung Ijen Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (29/3/16). Gunung Ijen yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso tersebut, masuk dalam jaringan cagar Biosfer Dunia. Foto: Antara

Pendakian ke kawah Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.386 meter dari permukaan laut di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur dibatasi hingga radius satu kilometer dari danau kawah.

“Penutupan jalur pendakian Gunung hanya berlangsung 24 jam yakni pada 5 Maret pukul 03.00 WIB hingga 6 Maret pukul 03.00 WIB. Sehingga saat ini kunjungan ke kawah Ijen sudah dibuka dan kembali normal,” kata Sumpena Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi di Banyuwangi, Minggu (12/3/2017).

Kunjungan wisatawan dan penambang belerang ke kawah Gunung Ijen ini sempat ditutup pada Minggu (5/3/2017) lalu karena suhu danau air kawah meningkat dan mengeluarkan gas beracun, sehingga wisatawan dan penambang belerang dilarang melakukan aktivitas pendakian di gunung yang memiliki danau kawah terbesar di dunia itu.

Menurutnya pihak pengelola taman wisata alam Gunung Ijen melarang pendakian pada malam hari, sehingga pihak BKSDA membuka kunjungan wisatawan mulai pukul 03.00 WIB dengan radius satu kilometer.

“Batas pendakian radius satu kilometer itu sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Ijen yang berada di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi nekatnya wisatawan yang menerobos naik ke danau kawah, lanjut dia, petugas BKSDA memberikan informasi langsung kepada wisatawan dan memasang imbauan terkait dengan batas rekomendasi jalur pendakian ke Gunung Ijen hingga radius satu kilometer.

“Meskipun Gunung Ijen sempat mengeluarkan gas beracun dan ditutup selama sehari, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepekan terakhir masih stabil, sedangkan kunjungan wisatawan domestik menurun,” ujarnya menambahkan.

Selain wisatawan, para penambang belerang juga dilarang melakukan penambangan pada malam hari demi keselamatan mereka.

Sementara, Agus salah seorang wisatawan domestik mengatakan penutupan pendakian pada malam hari menyebabkan para pendaki tidak bisa menikmati fenomena api biru (blue fire) Kawah Gunung Ijen.

“Biasanya para pendaki berburu blue fire karena fenomena itu menjadi andalan dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing dan domestik ke gunung yang memiliki ketinggian 2.386 mdpl itu,” kata pecinta alam asal Kabupaten Jember.

Taman Wisata Alam Gunung Ijen masuk dalam wilayah cagar alam dengan luas 2.560 hektare yang memiliki danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang memesona.(ant/den)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
26o
Kurs