Senin, 19 April 2021

Ancam Korban Pakai Puntung Rokok, Dua Jambret Kakak Beradik Ditangkap

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Grafis: Dok. suarasurabaya.net

Polsek Genteng mengamankan dua jambret kakak beradik yang sempat menjadi amukan massa di Jalan Wijaya Kusuma, Surabaya. Kedua remaja laki-laki itu berinisial MA (18) dan KD (17), kedapatan mencuri sebuah handphone milik seorang pelajar.

Kompol Ari Trestiawan Kapolsek Genteng mengatakan, kejadian bermula saat korban berada di depan pintu gerbang sekolahnya sambil memainkan handphone miliknya. Kemudian, tiba-tiba dua orang pemuda itu datang dan menghampiri korban dengan modus menanyakan alamat.

Belum lama percakapan itu berlangsung, kata dia, salah satu pelaku merebut handphone korban dan sempat mengancamnya dengan puntung rokok yang masih menyala. Kemudian, kedua pelaku berusaha melarikan diri.

“Modusnya tanya alamat kepada pelajar itu. Karena saat itu melihat sedang menggunakan handphone, akhirnya mereka rebut. Sempat diancam, kalau tidak dikasihkan mau disakiti badannya pakai puntung rokok yang masih ada apinya itu,” kata Ari, Jumat (21/9/2018).

Namun, usaha kabur dari kedua pelaku gagal. Karena korban saat itu langsung berteriak dan warga di sekitarnya mengepung kedua pelaku. Berhasil ditangkap, kedua pelaku itu tidak luput dari amukan massa. Tidak lama, petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengamankannya.

Ari mengatakan, pelaku berinisial MA diduga sebelumnya juga pernah melakukan pencurian di TKP lainnya dan tergabung dalam komplotan pencurian. Namun pada aksinya kali ini, pelaku tidak beraksi dengan rekannya. Tapi melibatkan adik iparnya sendiri, yang mengaku tidak tahu dengan rencana pencurian sang kakak.

“Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian. Dari hasil pengembangan sementara salah satu pelaku ini sebelumnya pernah mencuri di TKP lainnya dan ada dugaan juga dia tergabung dari komplotan pencurian. Tapi kalau pelaku yang satunya itu baru pertama kali melakukan jambret dan diajak oleh kakaknya sendiri,” jelasnya.

Ari mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memperlihatkan barang mewah, terutama di tempat keramaian dan di pinggir jalan. Sebab, hal itu akan mengundang para pelaku kejahatan.

“Imbauan kami jangan main HP di pinggir jalan. Karena kejahatan ini bisa datang secara tiba-tiba, di mana pun dan kapan pun,” kata dia. (ang/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Senin, 19 April 2021
32o
Kurs