Minggu, 28 November 2021

Awal Puasa Tidak Ada Perbedaan, Posisi Hilal Negatif

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Antara

Prof Cecep Nurwenda, Ketua Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama memprediksi tidak ada perbedaan dalam menentukan awal Ramadan 1439 H.

Berdasarkan hisab, atau penghitungan kalender yang dilakukan Muhammadiyah, NU, Kementrian Agama, terdapat kesamaan, bahwa sampai petang hari ini posisi hilal masih negatif, atau belum terlihat. Maka usia bulan harus diistimakkan atau digenapkan sampai satu hari besok.

“Kalau berpatokan pada hisab, maka awal puasa Ramadan, jatuh pada hari Kamis 17 Mei 2018,” kata Cecep kepada Suara Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Menginga pemerintah dalam menentukan awal puasa menganut metode hisab rukyat, yakni awal puasa yang dirumuskan melalui hisab, harus dikonfirmasi melaui rukyatul hilal atau melihat hilal.

Apabila rukyatul hilal yang dilakukan di beberapa titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia pada petang ini hilal tidak terlihat, maka awal puasa dipastikan 17 Mei.

Sebaliknya, kalau ada saksi yang melihat hilal, maka puasa akan dimulai Rabu 16 Mei 2018. Meskipun ketua tim hisab rukyat Kemenag menyangsikan hari ini hilal bisa terlihat, tapi dia mengajak umat Islam hasil sidang yang dipimpin Menteri Agama nanti malam.

Melalui sidang itsbat tersebut, Kemenag akan menetapkan kapan umat Muslim Indonesia akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Proses sidang itsbat akan dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari tim hisab dan rukyat Kemenag tentang posisi hilal menjelang awal Ramadhan.

Adapun, proses sidang itsbat dijadwalkan berlangsung selepas salat maghrib, usai adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan. (jos/tna)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
28o
Kurs