Kamis, 29 Juli 2021

Cerita Sopir Truk Pengangkut Sirtu untuk Recovery Raya Gubeng

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
(Dari kiri ke kanan) Imron, Ateng, dan Heru, supir truk pengangkut sirtu sedang beristirahat di jalan Sulawesi menunggu giliran masuk ke lokasi pengerjaan recovery Raya Gubeng. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Pengerjaan recovery jalan yang membutuhkan total 1.800 truk berisi pasir batu (sirtu) untuk menguruk Jalan Raya Gubeng yang ambles pada Selasa (18/12/2018) malam, membentuk kisah menarik dari para sopir truk tersebut. Heru, Ateng, dan Imron turut berkisah soal pekerjaan mereka dua hari ini.

Mereka bercerita, dalam sehari bisa tiga kali bolak-balik mengambil sirtu dari Ngoro, Mojokerto. Mereka mengaku, kemarin mengambil sirtu sejak pagi, lalu siang, dan terakhir sore. Saat diwawancarai, mereka sedang beristirahat di pinggir jalan Sulawesi, Surabaya. Mereka sedang menunggu giliran memasukkan truknya ke lokasi pengerjaan recovery. Mereka mengatakan, ada 150 truk yang diterjunkan untuk proyek ini. Setiap truk memiliki nomor urut sendiri dan di depannya terdapat tulisan “PROYEK JALAN GUBENG SURABAYA POLDA JATIM”.

Tulisan ini, kata mereka yang membuat truk-truk besar ini bisa masuk ke dalam kota. Hal ini dibenarkan oleh Tri Rismaharini Walikota Surabaya yang menyebut truk-truk tersebut mendapat bantuan Polda Jatim.

“Karena ini kan ngambil sirtunya dari luar kota. Jadi agak jauh, tapi sudah dikasih bantuan Polda. Truk-truk itu ada tulisan ‘Polda Jatim’,” ujar Risma yang ditemui di lokasi pengerjaan recovery Raya Gubeng, Surabaya, Jumat (21/12/2018).


Truk sedang menunggu giliran masuk ke lokasi pengerjaan recovery Raya Gubeng. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Heru, Ateng, dan Imron mengaku baru saja sampai dari mengambil sirtu di Ngoro, Mojokerto. Berangkat pukul 11.00 WIB dari Ngoro, mereka tiba di lokasi sisi selatan Raya Gubeng sekitar pukul 12.30 WIB.

“150 truk ini diatur gantian, agar tidak menumpuk banyak di lokasi,” kata Ateng sambil memandangi truknya di sekitar jalan Sulawesi, Surabaya pada Jumat (21/12/2018).

Mereka mengaku cukup dimudahkan dengan adanya tulisan Polda di depan truk mereka. Truk-truk besar ini jadi bisa langsung masuk dalam kota tanpa harus memutar jauh terlebih dahulu. Tapi soal kemacetan, mereka mengaku sama saja.

“Meskipun ada tulisan Polda, kalau macet ya macet mas, apalagi pas di Waru (Sidoarjo, red). Woh, macet,” cerita Heru.

Dua hari ini, mereka mengaku masih tiga kali bolak-balik. Tapi, ada kemungkinan, jika memang harus empat kali bolak-balik untuk mengebut pengerjaan, mereka menyatakan kesiapannya.

Lek wes proyek ngene mas, gak sempet kelon bojo (kalau waktunya ada proyek seperti ini, tidak sempat berjumpa istri),” kata Imron berkelakar. (bas/dim/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Suasana Vaksinasi di Grand City

Surabaya
Kamis, 29 Juli 2021
31o
Kurs