Selasa, 20 Januari 2026

Jokowi Berharap KTT Ulama Bisa Lahirkan Poros Wasathiyah Islam Dunia

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Presiden dalam acara High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyah Islam yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/5/2018). Acara dihadiri Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb Imam Besar atau Grand Syeikh Al-Azhar, 100 tokoh ulama dan cendikiawan muslim Indonesia dan dunia serta para duta besar negara sahabat di Jakarta. Hadir pula Masoumeh Ebtekar Wakil Presiden Iran. Foto: Istimewa

Joko Widodo Presiden mengatakan Indonesia mendorong revitalisasi Poros Wasathiyah (Moderat) Islam Dunia.

“Kami yakin dengan wasathiyah Islam, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang rahmatan ‘lil alamin, yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta,” ucap Presiden.

Pernyataan Presiden disampaikan dalam pidato upacara pembukaan High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasathiyah Islam yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/5/2018).

Menutur Presiden, sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, umat Islam harus menjadi tauladan dalam mengembangkan perdamaian dan persatuan. Selain itu juga menjadi bangsa yang menjadi motor penggerak kemajuan dunia.

Saat ini telah terjadi banyak kemajuan di negara-negara Muslim. Pembangunan ekonomi, pembangunan politik dan juga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara muslim berkembang pesat dan tidak kalah dibandingkan dengan negara lain.

Namun di sisi lain, Presiden berpandangan terdapat perkembangan yang menggelisahkan di berbagai belahan dunia. Teknologi komunikasi yang berkembang pesat, penggunaan sosial media yang sangat meluas membawa implikasi sosial yang signifikan.

“Di satu sisi bisa mempemudah interaksi, tetapi di sisi lain media sosial juga digunakan untuk menyebarluaskan ujaran kebencian. Dan bahkan digunakan sebagai media untuk menyebarkan radikalisme. Ini berarti tantangan kita semakin berat dalam mengembangkan pemahaman dan ajaran yang wasathiyah,” kata Presiden.

Oleh karena itu, Indonesia menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar di dunia Islam. Forum konsultasi tingkat tinggi ini bisa menjadi ajang berbagi pengalaman dalam tasamuh dan mengembangkan toleransi.

Selain berbagi pengalaman, gerakan wasathiyah Islam harus menjadi gerakan bersama yang mendunia yang dapat menginspirasi para pemimpin, ulama, kaum muda dan umat Islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam. Presiden juga mengatakan keterlibatan para ulama menjadi sangat penting karena para ulama adalah pewaris para nabi dan obor keteladanan bagi umat.

Jika para ulamanya bersatu-padu dalam satu barisan untuk membumikan moderasi Islam maka Presiden Jokowi optimis Poros Wasathiyah Islam akan menjadi arus utama yang memberikan harapan bagi lahirnya dunia yang damai, aman, sejahtera dan berkeadilan.

Presiden memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang beragam namun tetap hidup dalam kerukunan.

Dan keberagaman ini adalah anugerah Allah SWT yang harus dirawat. Keberagaman adalah sumber kekuatan yang membuat Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

“Dengan bangga kami rakyat Indonesia ingin memperkenalkan diri Indonesia adalah negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kami hidup dalam keberagaman, beragam agama, beragam suku dan beragam budaya. Kami bersyukur dalam keberagaman tersebut Indonesia mampu menjaga persaudaraan toleransi, perdamaian dan persatuan,” kata Presiden.

Acara pembukaan ini dihadiri Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb Imam Besar atau Grand Syeikh Al-Azhar, 100 tokoh ulama dan cendikiawan muslim Indonesia dan dunia serta para duta besar negara sahabat di Jakarta. Hadir pula Masoumeh Ebtekar Wakil Presiden Iran.

Setelah mengikuti acara pembukaan, Presiden bersama undangan lainnya melaksanakan ibadah salat Zuhur yang diimami Saleh Abdullah M Bin Himeid Imam Besar Masjidilharam. Dilanjutkan dengan santap siang bersama di Kebun Raya Bogor, dengan sajian makanan Indonesia. (jos/tna/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 20 Januari 2026
26o
Kurs