Senin, 26 Februari 2024

Kesatuan Niaga Seluler Indonesia Tolak Satu NIK untuk Tiga SIM Card

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Pedagang seluler yang tergabung Kesatuan Niaga Seluler Indonesia, berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Senin siang (2/4/2018). Foto: Jose suarasurabaya.net

Di tengah guyuran hujan yang cukup deras, pedagang seluler yang tergabung Kesatuan Niaga Seluler Indonesia berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Senin siang (2/4/2018).

Dalam orasi tersebut, Kesatuan Niaga Seluler Indonesia se-Jabodetabek itu mendesak Joko Widodo Presiden untuk menghapus aturan yang membatasi satu NIK untuk tiga SIM Card. Menurut mereka, aturan yang dikeluarkan Menkominfo itu lebih banyak merugikan niaga seluler.

“Saya minta kepada Pak Jokowi yang katanya peduli terhadap pedagang kecil, segera mencabut pembatasan satu NIK tiga kartu perdana (SIM Card, red),” kata Azni Tubas, selaku penanggung jawab aksi bersama Qutni Tisari.

Orasi yang berlangsung selama 2 jam dengan pengeras suara berkekuatan sekitar 3000 watt tersebut nyatanya belum ditanggapi pihak Istana untuk menemui perwakilan pengunjuk rasa.

Qudni mengatakan, aksi ini diikuti sekitar 2000 pedagang seluler yang merasa dirugikan oleh pembatalan satu NIK tiga perdana.

Kominfo dan Menko Polhukam dalam pertemuan antara kesatuan niaga seluler Indonesia sebelumnya menjanjikan peraturan akan dicabut. Namun sampai sekarang peraturan masih berlaku.

“Karena merasa dibohongi, kami turun ke jalan lagi sampai tuntutan kami dipenuhi,” kata Qudni.

Massa aksi bergerak dari lapangan parkir Monas langsung menujuk kantor kementerian Komonfo Jl Merdeka Barat. Setelah berorasi dan menyerahkan surat tuntutuan, massa berjalan kaki menuju Istana Merdeka.

Harapan mereka, tuntutan yang mereka serahkan bisa didengar langsung oleh presiden, karena itu pengunjuk rasa membawa sound system dengan kekuatan cukup besar.

Untuk mengamankan unjuk rasa di depan Istana, Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 250 personel, dua unit mobil barkuda dan satu unit mobil penyemprot.

Sampai pukul 15.00 WIB, unjuk rasa berlangsung dengan tertib meskipun harus basah kuyub akibat guyuran hujan.

Menurut Qudni, unjuk rasa menolak satu NIK untuk tiga SIM Card juga terjadi di beberapa daerah pada hari yang sama. (jos/tna/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Senin, 26 Februari 2024
26o
Kurs