Selasa, 28 September 2021

Makna Kenaikan Isa Almasih

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Umat Katolik melaksanakan ibadah perayaan Kenaikan Isa Almasih di Gereja Katedral, Jakarta, Kamis (10/5/2018). Perayaan Ekaristi Kenaikan Isa Almasih tersebut digelar dengan khidmat dan berlangsung aman. Foto: Antara

Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu hari raya umat Kristen untuk memperingati kenaikan Yesus Kristus ke surga. Dalam tradisi Kristen, perayaan Kenaikan Isa Almasih selalu berpindah, karena selalu jatuh pada hari ke-40 setelah Hari Raya Paskah.

Dalam Kisah Para Rasul kepada murid-murid-Nya, Yesus berpesan “…kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dan Yesus pun terangkat ke surga, sambil disaksikan oleh murid-murid-Nya dalam keadaan tercengang.

Injil juga mencatat bahwa setelah itu, rasul-rasul Yesus kembali ke Yerusalem dari bukit Zaitun. Setelah menunggu 10 hari di Yerusalem, para murid mengalami pencurahan Roh Kudus pada hari raya Pentakosta.

Kisah Kenaikan ini, sering menjadi subjek seni Kristen sejak abad ke-9, yang mana adegan Kenaikan Isa Almasih itu digambarkan menjadi dua bagian pada kubah-kubah gereja, yakni bagian atas untuk pemandangan surgawi dan bagian bawah untuk pemandangan duniawi.

Gerakan pemberkatan oleh Kristus dengan tangan kanan ini ditunjukkan kepada kelompok di dunia di bawah-Nya. Selain itu juga memiliki makna bahwa Ia sedang memberkati seluruh gereja.

Di tangan kiri-Nya, Kristus membawa sebuah kitab Injil atau gulungan, yang memberi makna tentang pengajaran dan pemberitaan Injil ke seluruh dunia.

Dengan kenaikan Kristus ke surga, orang-orang Kristen percaya akan mendapat jaminan menjadi warga kerajaan surga. Sehingga pikiran dan perasaan orang hanya tertuju ke surga sebagai tempat persinggahan yang terakhir.

Kenaikan Yesus ke surga meneguhkan keyakinan orang Kristen, bahwa Tuhan Yesus hidup. Sebagai orang yang beriman di bumi ini, umat Kristen tidak perlu gelisah dan tawar hati dalam menghadapi segala pergumulan hidup. Kegelisahan hati yang membuat muka muram, iri hati, dendam, anarkis, cemberut dan marah-marah, suatu tanda bahwa hati itu kosong, tiada damai sejahtera, dan tiada suka cita. Demikian seperti dilansir dari Antara, Kamis (10/5/2018).

Tetapi, kenaikan Yesus ke surga meniadakan kegelisahan hati orang Kristen, melenyapkan kemarahan, kedengkian dan kejahatan. Sehingga orang percaya terhadap sukacita yang tidak terkatakan, walaupun masih hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan penderitaan.

Makna Kenaikan Yesus ke surga mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak hidup dalam kenikmatan duniawi saja, tetapi lebih memperhatikan kehidupan spiritual mereka.

Laurens Darmani, salah seorang penulis Kristen mengatakan, kenaikan Yesus ke surga secara umum mengingatkan semua umat beragama di dunia ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ini dikarenakan kenaikan tersebut memberi bukti konkrit kehidupan setelah kematian.

Semua agama di dunia ini pun menyadari bahwa bumi tempat tinggal ini hanyalah sementara. Suatu saat nanti, semua manusia juga akan meninggalkan dunia ini dan menghadap tahta pengadilan agung di alam baka nanti dimana setiap perbuatan manusia di dunia akan diperhitungkan. (tna/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
27o
Kurs