Selasa, 27 Januari 2026

Masih Berduka, HJKS 725 Digelar Sederhana

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat menyampaikan pidatonya di upacara HJKS di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Kamis (31/4/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net

Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 725 tahun ini, digelar lebih sederhana dari tahun sebelumnya. Hal itu diakui oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, saat menyampaikan pidatonya di upacara HJKS di Taman Surya Balai Kota Surabaya.

Risma mengatakan saat ini pihaknya masih berduka atas insiden yang terjadi di Surabaya, yaitu ledakan bom di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya. Untuk itu, dirinya menginginkan acara perayaan HJKS dibuat sederhana saja.

“Saya memang minta acaranya sederhana, tidak hura-hura. Karena kita masih berduka. Tapi inshaAllah kondisi kota sudah mulai pulih dan sudah kembali seperti semula,” kata Risma saat ditemui usai upacara, Kamis (31/5/2018).

Risma mengatakan insiden ledakan bom yang terjadi itu, merupakan kenyataan pahit yang harus dihadapi dan menjadi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan segenap insan di kota Surabaya. Dia berharap warga Surabaya terus bergandengan tangan dan saling menganggap semuanya saudara, tanpa mengenal perbedaan.

Menurut Risma, para pelaku bom sudah mengoyak semua hasil kinerja kolektif dalam membangun kota Surabaya. Tidak hanya itu, mereka juga sengaja merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa, untuk menganggu rasa aman dan nyaman Kota Surabaya. Untuk itu, lanjut Risma, peran warga sangat dibutuhkan dalam berpartisipasi dan berperan aktif untuk mencegah adu domba dalam bentuk terorisme dan penyebaran paham radikal.

“Kenapa saya sampaikan ini di awal pidato, saya ingin semuanya perhatian bahwa kita saudara. Kita tidak boleh lemah, kita harus bangkit. Itu penekannya disana. Kita harus lebih maju dari tahun sebelumnya. Jadi ini benar-benar berubah total pidato saya dari rencana sebelumnya,” jelas dia.

Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 hari ini bertajuk resepsi. Acara yang digelar lebih sederhana dari tahun sebelumnya. Semua para undangan diwajibkan mengenakan pakaian khas, yaitu Cak dan Ning yang legendaris. (ang/tna/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 27 Januari 2026
26o
Kurs