Rabu, 21 Januari 2026

Rapat Terbatas, Presiden Minta Peningkatan SDM dengan Kredit Pendidikan

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Rapat terbatas tentang peningkatan Sumber Daya Manusia di Kantor Presiden, Kamis (15/3/2018) yang dipimpin langsung oleh Joko Widodo Presiden didampingi Jusuf Kalla Wakil Presiden. Foto: setkab.go.id

Joko Widodo Presiden menyampaikan hasil pembahasan produk kredit perbankan dengan sejumlah pemimpin bank umum di Indonesia kepada beberapa menteri di kabinetnya, dalam sebuah rapat terbatas (ratas) kantor Presiden, Kamis (15/3/2018).

Ratas itu dihadiri Jusuf Kalla Wakil Presiden dan beberapa menteri. Di antaranya Wiranto Menko Polhukam, Darmin Nasution Menko Perekonomian, Puan Maharani Menko PMK, Pratikno Mensesneg.

Tidak hanya itu, turut hadir Pramono Anung Seskab, Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan, Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan, Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama, Muhadjir Effendy Mendikbud, M Nasir Menristekdikti, Asman Abnur Menteri PANRB, Imam Nahrawi Menpora, dan Thomas Lembong Kepala BKPM.

Joko Widodo Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah menantang perbankan di Indonesia untuk mengeluarkan produk kredit pendidikan atau yang di Amerika dinamakan student loan kepada pelajar.

“Saya mendapat laporan, di Amerika nilai nominal outstanding seluruh kredit pendidikan itu telah melampaui dari total outstanding dari pinjaman kartu kredit,” katanya kepada para menteri.

Dia menjelaskan, nominal kartu kredit di Amerika Serikat mencapai USD 800 miliar, sedangkan kredit pendidikan mencapai USD 1,3 triliun. Presiden pun menyatakan, mungkin pemerintah harus mendorong kredit pendidikan atau student loan ini betul-betul dikerjakan di Indonesia.

Ratas di kantor Presiden ini memang membahas tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Presiden mengingatkan bahwa peningkatan kualitas SDM Bangsa Indonesia menjadi faktor penting dalam kompetisi antarnegara.

“Sebab itu setelah menyelesaikan pembangunan infrastruktur, ke depan kita akan bergeser pada pekerjaan kedua, yaitu investasi di bidang sumber daya manusia,” kata Presiden.

Pengembangan kualitas SDM dan pembentukan karakter, kata dia, harus dimulai sedini mungkin. Karenanya perlu adanya peningkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik.

“Peningkatan akses dan kualitas pendidikan, baik pendidikan dasar, pendidikan menengah harus diperkuat dengan pendidikan karakter dan budi pekerti yang baik,” kata Jokowi pada ratas itu.

Presiden juga menyampaikan pentingnya vocational school, vocational training, politeknik, dan juga link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik, yang perlu dilakukan untuk mendukung kebutuhan industri.

Jokowi melihat hal ini sudah mulai dikerjakan oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Ketenagakerjaan. Dia berharap semua pihak bergerak bersama untuk meningkatkan kualitas SDM. Mulai dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, juga Kementerian Agama untuk pendidikan di pondok pesantren.(jos/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 21 Januari 2026
27o
Kurs