Rabu, 6 Juli 2022

Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya Kutuk Kekerasan pada Muslim Uighur

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Aksi Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya mengutuk kekerasan terhadap umat muslim Uighur oleh Pemerintah China. Foto: Totok suarasurabaya.net

Lebih dari 500 orang yang tergabung dalam Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya, Jumat (28/12/2018) menggelar aksi didepan kantor Konsulat Jenderal (Konjen) China di Surabaya mengutuk kekerasan pada muslim Uighur.

Massa aksi yang berasal dari berbagai elemen organisasi massa (Ormas) Islam diantaranya dari FPI, FUIB, dan Muhammadiyah berdatangan seusai jadwal Shalat Jumat dan langsung menuju kawasan Jl. Mayjend Sungkono di sekitar kantor Konjen China di Surabaya.

Berjajar rapi menempati sisi kiri jalan diluar pagar kawat berduri yang sebelumnya sudah dipasang oleh polisi di depan kantor Konjen China, massa yang sebagian besar mengenakan penutup kepala warna putih membentangkan poster dan spanduk.

Poster dan spanduk berisi tentang kekerasan fisik yang dilakukan Pemerintah China kepada umat muslim Uighur yang terus berlangsung hingga saat ini, dan mengakibatkan kerugian tidak terhitung dipihak muslim Uighur.


Massa aksi Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya berdatangan dan langsung bergabung di depan kawat berduri kantor Konjen China di Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

“Kami datang untuk bersama-sama umat muslim di seluruh Surabaya, di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia untuk menyuarakan kedukaan saudara-saudara kami sesama muslim di China, khususnya umat muslim Uighur. Kami mengutuk pemerintah China yang melakukan kekerasan kepada saudara-saudara muslim di sana. Takbir!!! Takbir!!!” teriak orator dari atas mobil pickup.

Arif An satu diantara koordinator aksi kepada awak media menyampaikan bahwa massa aksi mendesak Pemerintah China harus segera menghentikan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kepada umat muslim di Uighur.

“Kami mengutuk keras kekerasan yang dilakukan Pemerintah China pada umat muslim Uighur. Aksi-aksi kekerasan itu harus dihentikan. Bila perlu pemerintah Indonesia ikut melakukan upaya-upaya diplomatik memberikan bantuan bagi umat muslim Uighur,” terang Arif An.

Sementara itu, aksi massa Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya yang mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian berlangsung lancar dan terkendali meskipun sempat memperlambat laju arus lalu lintas di kawasan Jl. Mayjend Sungkono depan kantor Konjen China di Surabaya.(tok/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
24o
Kurs