Kamis, 24 September 2020

Telekomunikasi dan Listrik Pasca Tsunami Selat Sunda Kini Sudah Normal

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menjelaskan kalau telekomunikasi di daerah terdampak bencana tsunami Selat Sunda saat ini telah normal kembali.

Menurut Sutopo, pelayanan kesehatan juga terus dilakukan baik di rumah sakit lapangan maupun yang dirujuk ke rumah sakit.

“Telekomunikasi tidak ada masalah. Kemudian pelayanan kesehatan terus kita lakukan, baik masyarakat yang dirujuk ke Puskesmas, rumah sakit, maupun di rumah sakit lapangan,” ujar Sutopo dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (28/12/2018).

Kata dia, di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, hampir semua desa nantinya akan dibangun rumah sakit lapangan.

“Saat ini sudah ada beberapa rumah sakit lapangan dibangun di Kecamatan Sumur,” jelasnya.

Kemudian untuk listrik, kata Sutopo, 95 persen juga sudah pulih yaitu di daerah yang terdampak tsunami.

Sementara untuk kerugian totalnya baik menyangkut perhubungan, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor, menurut Sutopo, saat ini masih dilakukan perhitungan oleh BNPB.

Sutopo mengatakan, perhitungan kerugian nantinya akan dituangkan dalam rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tsunami di Selat Sunda

Dia menjelaskan, data sampai dengan pukul 13.00 WIB, korban meninggal adalah 426 orang. Kalau kemarin sempat disebut 430 orang yang meninggal, ternyata setelah dikoreksi menjadi 426, karena ternyata ada yang dobel atau tercatat di dua tempat.

Jumlah korban meninggal tersebut ada di lima kabupaten, yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

“Tercatat 426 orang meninggal dunia. Dua hari lalu tercatat 430 orang ternyata setelah kita lakukan kroscek berdasarkan identitas korban meninggal ternyata ada beberapa korban meninggal yang didata dobel,” kata Sutopo.

Sementara korban luka-luka, kata dia, tercatat 7.202 orang, 23 orang masih hilang atau masih dalam pencarian dan jumlah pengungsi 40.386 orang.

Kerusakan rumah 1296 unit, 78 penginapan dan warung rusak, 434 perahu atau kapal rusak, 69 kendaraan roda empat rusak, 38 kendaraan roda dua rusak.

Data ini sementara, dan kemungkinan masih akan bertambah karena belum semuanya daerah selesai dilakukan penyisiran. Demikian juga dampak kerusakan fisik akan bertambah.

“Ini karena sejak kemarin masing-masing posko telah memerintahkan agar pendataan rumah rusak juga dipercepat karena terkait dengan rencana bantuan untuk stimulus maupun perbaikan lainnya,” pungkas Sutopo.(faz/dim/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
26o
Kurs