Minggu, 31 Mei 2020

Ultah ke-57 Risma Berharap Anak-Anak Surabaya Tidak Bikin Masalah Lagi

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mendapatkan kejutan di hari ulang tahunnya ke-57 dari para pejabat Pemkot Surabaya dan Kepala OPD di lingkungan Pemkot Surabaya, Selasa (20/11/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mendapatkan kejutan di hari ulang tahunnya ke-57 dari para pejabat Pemkot Surabaya dan Kepala OPD di lingkungan Pemkot Surabaya, Selasa (20/11/2018).

Rekan-rekan kerja Risma menyiapkan makanan dan kue ulang tahun di kediaman atau rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam. Paling menonjol adalah kue tart bertulisan “Happy Birthday Bu Wali”.

Di kue itu, terpajang foto Risma bersama cucunya. Risma justru mengaku lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya meski suaminya sudah memberikan ucapan kepadanya.

“Pagi-pagi sekali suami saya mengucapkan selamat ulang tahun, tapi terus aku lupa soalnya sudah kepikiran kerjaan,” ujarnya kepada wartawan di rumah dinas Wali Kota Surabaya.

Pagi-pagi betul, sebelum pukul 07.00 WIB, Risma sempat memberangkatkan pawai taaruf Milad Muhammadiyah ke-106 Tahun di Islamic Center Surabaya.

“Kalau enggak diingatkan Pak Sekda, aku lupa, Rek. Serius ini,” ujarnya diikuti tawa kecil Hendro Gunawan Sekretaris Kota, Asisten Sekretaris Kota, serta beberapa Kepala OPD dan Camat.

Saat memberikan sambutan kepada para pejabat yang hadir, Risma mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini mereka telah banyak membantu membangun Kota Surabaya.

“Mohon maaf kalau aku keras memimpin teman-teman. Karena aku punya mimpi besar untuk Kota Surabaya ini ada di peta dunia,” kata wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Tidak ada harapan khusus selain kemajuan kota, kata Risma, di hari ulang tahunnya ini. Dia berharap Surabaya bisa menjadi kota berkembang dan makmur seperti jaman Kerajaan Majapahit dahulu.

Risma juga tidak berharap ada hadiah selain hadiah anak-anak Surabaya bisa lebih baik lagi dan tidak lagi membuat masalah atau terlibat masalah negatif seperti tertangkap ngelem.

Beberapa waktu lalu, pihak kepolisian menemukan sejumlah anak ngelem di Pos RT di Tenggilis Mejoyo. Baru-baru ini Satpol PP Surabaya menemukan sejumlah anak yang ngelem di sebuah warung kosong di Banyu Urip Kidul Gang V Surabaya, Senin (19/11/2018).

“Kado saya adalah agar anak-anak Surabaya tidak lagi ada masalah, tidak ada yang membuat masalah, tidak ada yang terkena masalah jelek. Itu saja,” kata Risma.

Dari lima anak-anak yang tertangkap, Risma mengatakan, tiga di antaranya dikembalikan ke orangtuanya supaya melanjutkan sekolah dengan pengawasan orangtua masing-masing.

Sedangkan dua lainnya, yang menurut Risma sudah putus sekolah sejak lama, dibina di Kampung Anak Negeri. Di sana mereka akan mendapatkan pembinaan dan penyuluhan dari sejumlah psikolog.(den/dim/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Minggu, 31 Mei 2020
28o
Kurs