Rabu, 24 Juli 2024

Yuk Ubah Mindset Kurus Itu Cantik

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Bude Karwo saat memberikan obat tambah darah di Kampanye Gerakan Nasional Pencegahan Stunting, Jumat (14/12/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim

Barangkali ungkapan yang lebih tepat adalah “Kurus Itu Kering” kalau faktanya remaja perempuan berbadan kurus seringkali ditemukan mengalami kekurangan darah.

Walaupun sebagian remaja laki-laki menganggap gadis kurus itu cantik, sehingga ini menjadi tren dan para gadis melakukan diet besar-besaran, ternyata ada dampak buruk di masa depan yang bisa merugikan mereka.

Kondisi kekurangan darah akan memunculkan dampak ketika para gadis kurus ini menikah dan hamil. Janin di dalam kandungan mereka akan kekurangan asupan dan kelak berpotensi mengalami stunting.

Hal inilah yang menjadi salah satu materi Kampanye Gerakan Nasional Pencegahan Stunting yang dihadiri ratusan Tim Penggerak PKK Jatim di Kantor Gubernur, Jumat (14/12/2018).

Nina Soekarwo Ketua Tim Penggerak PKK Jatim yang akrab disapa Bude Karwo menyampaikan, sosialisasi pencegahan stunting juga akan mereka lakukan kepada para remaja.

Menurutnya, tren bahwa remaja yang kurus itu cantik masih ada. Sehingga banyak di antara remaja perempuan di Jawa Timur yang kurang darah.

“Itulah mengapa pada kampanye cegah stunting kali ini kami dari PKK Provinsi Jatim juga memberikan obat penambah darah bagi para remaja,” kata istri Gubernur Jatim itu.

Dia menyarankan, obat tambah darah untuk para remaja perempuan ini sebaiknya diminum minimal satu minggu sekali sehingga mereka tidak kekurangan darah.

Perlu diketahui, ada 11 Kabupaten yang dinyatakan memiliki jumlah kasus stunting tertinggi di Jawa Timur. Beberapa di antaranya Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Bondowoso.

Tim penggerak PKK dan relawan pencegahan stunting di Jawa Timur, kata Bude Karwo, akan turun ke lapangan hingga ke struktur terkecil PKK, yakni Dasa Wisma.

Tidak hanya di 11 kabupaten dengan jumlah kasus stunting tertinggi, sosialisasi pencegahan stunting, kata Bude Karwo, juga akan digalakkan di kabupaten/kota lainnya di Jatim.

Sebab, faktanya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2013 silam, sekitar 29 persen anak dari keluarga mampu pun dinyatakan mengalami stunting.

“Kami akan turun ke lapangan sehingga gerakan cegah stunting ini akan menjadi tujuan bersama. Karena dalam mencegah stunting harus kita urus mulai isi piring serta pentingnya ASI eksklusif dan tidak cacingan,” jelasnya.(den/rst)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
31o
Kurs