Senin, 30 Maret 2020

132 Bakal Calon Kades Sampang Jalani Tes Urine di BNNP Jatim

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Tes urine yang dilakukan terhadap bakal calon kepala desa Sampang di kantor BNNP Jatim di Surabaya, Kamis (3/10/2019). Foto: Antara

Sebanyak 132 bakal calon kepala desa dari Kabupaten Sampang menjalani tes urine di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur di Surabaya, Kamis (3/10/2019). Ini untuk melihat kebersihan mereka dari penyalahgunaan narkotika.

Nurul Hadi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Sampang mengatakan, tes urine itu dilakukan lantaran Kabupaten Sampang menjadi sorotan atas penyebaran narkotika, khususnya jenis sabu-sabu.

“Dari hasil tes, semua bakal calon ini tidak ada satupun terindikasi terlibat atau mengonsumsi hal-hal yang mengandung narkotika,” ujarnya, dilansir Antara.

Sebanyak 132 bakal calon kepala desa itu berasal dari 38 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Sampang. Mereka dijadwalkan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 21 November 2019.

“Dengan tes urine ini mudah-mudahan pemilihan kepala desa berjalan lancar, aman, tertib dan lancar,” katanya.

Brigjen Pol Bambang Priyambodo Kepala BNNP Jatim dalam arahannya kepada para bakal calon kades mengatakan, bahwa sebelum menjadi memimpin desa mereka sudah harus bersih dari narkotika.

“Karena bapak, ibu panutan, kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Oleh sebab itu, panutan ini salah satunya tentu kita harus bersih dari narkotika,” tuturnya.

Dia menjelaskan, ratusan bakal calon kades ini akan menjalani tes urine dengan melalui enam parameter tes, tiga di antaranya adalah sabu-sabu, ganja, dan ineks atau pil ekatasi, sisanya adalah obat-obatan keras lainnya.

“Kalau menggunakan sabu, pasti positif. Kalau menggunakan ganja, positif,” urainya.

Selain bekerja sama mengadakan tes urine bagi bakal calon kades, BNNP Jatim dan Pemkab Sampang juga beberapa kali melakukan kegiatan untuk menyampaikan bahaya narkotika, termasuk iklan BNNP yang dipasang di jalur Kabupaten Sampang untuk menginformasikan bahaya narkotika kepada masyarakat.

“Kabupaten Sampang menjadi sorotan, baik tingkat provinsi maupun nasional. Dengan kegiatan ini, berarti ada upaya membuka diri bahwa para calon kades ini siap melawan narkoba,” ujarnya.(ant/ang/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
28o
Kurs