Sabtu, 13 Agustus 2022

Begal Sadis Antar Provinsi, Ditembak di Bagian Dada

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Sri Lestari warga Jambangan, Surabaya, yang akhirnya mendapatkan kembali sepeda motornya yang sempat hilang pada pada 2017 silam, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (19/12/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net

Lima kali mendekam di penjara, tidak membuat begal sadis berinisial E (40) merasa jera. Pelaku nekat beraksi di wilayah Surabaya, Batu, Malang Kota, Jombang hingga Bali. Aksi pelaku ini kerap meresahkan masyarakat, karena ia tidak segan melukai para korbannya.

Namun pada Rabu (18/12/2019) malam, pelarian pelaku E berakhir di tangan polisi. Pria asal Batu itu meninggal, akibat tembakan yang mengenai dada kirinya. Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas terukur itu, karena pelaku berusaha menyerang dengan sajam.

Kombes Pol Pitra Ratulangi Dirreskrimum Polda Jatim mengatakan, pengungkapan itu berawal dari informasi adanya tempat penampungan sepeda motor curian. Setelah diselidiki, polisi mengamankan pelaku berinisial F seorang penadah.

“Dari hasil pengembangan, kita menemukan identitas E sebagai pelaku yang selama ini melakukan curanmor. Setelah itu, kita membuntuti pelaku. Ketika dilakukan penangkapan di Porong Sidoarjo, pelaku melawan dan terpaksa kami tembak,” kata Prita, Selasa (19/12/2019).

Untuk modusnya, pelaku E ini sering menyasar pada motor yang sedang terpakir dan kondisinya sepi. Dia berbekal kunci T untuk merusak kunci motor. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk menyelidiki dugaan pelaku beraksi sendiri atau mempunyai jaringan.

“Dia juga selalu membawa sajam ini untuk melukai korban. Jadi kalau tepergok, korbannya berontak, dia langsung gunakan sajam ini. Terakhir kali, pelaku beraksi di kawasan Ngantang, Malang,” kata dia.

Dari pengungkapan itu, lanjut dia, polisi berhasil mengamankan 5 sepeda motor hasil curian. Salah satu motor dikembalikan langsung kepada pemiliknya yaitu Sri Lestari warga Jambangan, Surabaya.

Perempuan yang disapa Tari itu mengaku, kehilangan motornya pada 2017 silam. Saat itu, sepeda motornya terpakir di halaman rumah dengan kondisi pagar yang sudah terkunci. Melihat motornya kembali, dia pun mengucap syukur dan terima kasih kepada polisi.

“Sekitar subuh hilangnya. Pagar sudah terkunci dan motor juga sudah saya kunci setir. Terus tiba-tiba sudah gak ada dan kondisi pagar terbuka. Alhamdulillah sudah kembali, terima kasih untuk Polda Jatim,” kata dia.

“Untuk masyarakat yang pernah kehilangan, silahkan di cek di Polda Jatim. Barangkali ada salah satu motornya,” tambah Prita. (ang/tin/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 13 Agustus 2022
24o
Kurs