Rabu, 25 November 2020

DPR Minta Kemenlu Terus Pantau Ada Tidaknya WNI Jadi Korban Bom Sri Lanka

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Kondisi Gereja St Sebastian setelah diserang teror bom di Negombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Foto: Reuters

Bambang Soesatyo (Bamsoet) Ketua DPR RI mengutuk keras serangan bom di Sri Lanka. Dia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam terhadap korban atas peristiwa tersebut.

Pernyataan Bamsoet disampaikan terkait dengan serangan delapan ledakan bom yang terjadi di beberapa gereja dan hotel di Sri Lanka, yang menyebabkan 290 orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka pada Minggu (21/4/2019).

“Saya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam, serta mengutuk keras aksi pemboman yang menyebabkan ratusan orang menjadi korban jiwa,” ujar Bamsoet dalam pesan singkatnya, Senin (22/4/2019).

Dia juga minta Kemenlu untuk terus memantau informasi terbaru untuk memastikan apakah ada korban dari Warga Negara Indonesia (WNI) atau tidak.

“Mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sri Lanka untuk terus memantau informasi terbaru dan terus melakukan pengecekan apakah ada WNI yang menjadi korban serangan bom tersebut,” kata dia.

Ketua DPR mengimbau kepada WNI yang berada di Sri Lanka untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan imbauan serta informasi terbaru dari KBRI dan aparat setempat.

Sekadar diketahui, Kepolisian Kolombo, Sri Langka mengatakan kalau jumlah korban tewas bom di hotel-hotel mewah dan gereja-gereja mencapai 290 orang. Sedangkan 500 orang terluka lainnya dirawat di Rumah Sakit Nasional Kolombo.(faz/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Kecelakaan Mobil di Tol Porong arah Sidoarjo

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
32o
Kurs