Minggu, 25 Februari 2024

HMI Surabaya Tak Bisa Melarang Kadernya Berangkat ke Jakarta Turut Aksi 22 Mei

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Andik Setiawan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya dalam konferensi pers yang digelar di sekretariat HMI Surabaya, Selasa (21/5/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya menyatakan penolakan sekaligus dukungan atas gerakan People Power 22 Mei di Jakarta.

Andik Setiawan Ketua HMI Cabang Surabaya mengatakan hal itu dalam konferensi pers yang digelar di sekretariat HMI Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Andik menegaskan, HMI Cabang Surabaya menolak gerakan People Power bila gerakan itu bertujuan mendelegitimasi hasil Pemilu 2019 dan berupaya memecah belah bangsa.

“Kami tegaskan, kami menolak bila tujuannya seperti itu. Apakah karena ditunggangi, baik oleh pihak 01 maupun 02, kami menolak People Power seperti itu,” katanya.

Di sisi lain, HMI mendukung gerakan People Power itu bila gerakan itu bertujuan untuk mengevaluasi proses Pemilu sebagai wujud kehidupan yang demokratis.

Dukungan HMI atas gerakan People Power yang demikian berkaitan dengan catatan-catatan penting pelaksanaan Pemilu 2019 ini.

HMI turut mencatat terjadinya pro kontra tentang temuan DPT ganda, temuan surat suara tercoblos di pelbagai daerah, serta meninggalnya lebih dari 500 petugas Pemilu.

Berdasarkan catatan-catatan itu juga, HMI Surabaya menyatakan agar KPU RI memberikan klarifikasi atas catatan-catatan itu dan tuduhan kecurangan oleh pihak tertentu secara terbuka kepada publik.

“Kami juga meminta KPU dan Bawaslu memberikan keterangan secara terbuka kepada publik atas hilangnya nyawa ratusan petugas Pemilu dan ribuan yang sakit,” katanya.

Andik mengakui, HMI bahkan seluruh masyarakat saat ini masih bingung menilai gerakan People Power pada 22 Mei itu. Dia mengatakan, mereka yang berangkat ke Jakarta pun beragam motivasinya.

Kebingungan publik menilai People Power itu, salah satunya juga karena gerakan ini awalnya diinisiasi oleh kubu pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Karena itulah kami menyatakan sikap ini. Kami menolak sekaligus mendukung People Power dengan tujuan tertentu. Secara keorganisasian, kami juga mengimbau kader kami, juga masyarakat, tidak berangkat ke Jakarta,” katanya.

HMI sepakat dengan apa yang disampaikan Polda Jatim dan Polri beberapa waktu belakangan ini. Massa dari daerah yang ingin mengikuti gerakan People Power bisa menyampaikan aspirasinya di daerah masing-masing.

“Lebih baik disampaikan di masing-masing wilayah. Bagi masyarakat Surabaya, kita bisa sampaikan Aspirasi di kota Surabaya ini. Tidak perlu memobilisasi massa ke Jakarta,” katanya.

Meski demikian, Andik mengakui, HMI Cabang Surabaya tidak bisa melarang atau mencegah kader-kader HMI yang berangkat ke Jakarta untuk bergabung dalam massa 22 Mei. Dia menilai, hal itu adalah bagian dari kehidupan berdemokrasi.

“Ada sebagian dari senior-senior HMI yang memang berangkat ke sana (Jakarta,red). Kami tidak bisa mencegahnya, karena itu bagian dari pilihan dan kebebasan berdemokrasi,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
25o
Kurs