Sabtu, 29 Februari 2020

Kemenperin Kolaborasikan IKM dan Startup Digital di Jatim

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim saat Tech Link atau kegiatan business matching IKM dengan startup yang dihelat Kementerian Perindustrian di Satu Atap co-Working Space Surabaya, Rabu (4/9/2019). Foto: Istimewa

Ratusan pelaku industri kecil menengah (IKM) dan pelaku startup (perusahaan rintisan) di Jawa Timur bertemu di Satu Atap co-Working Space Surabaya, Rabu (4/9/2019).

Mereka mengikui Tech Link atau kegiatan business matching IKM dengan startup yang dihelat Kementerian Perindustrian. Tujuannya mengolaborasikan kedua pelaku usaha.

Endang Suwartini Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin mengatakan, IKM perlu melakukan banyak hal untuk menghadapi era industri digital atau industri 4.0.

Maka, pemahaman dan kesiapan IKM mengenai transformasi digital perlu diasah dengan dipertemukan dengan pelaku startup. Sementara startup akan menjadi provider teknologi bagi IKM.

“Kami perlu mempertemukan kedua pelaku usaha ini karena mereka bisa bekerja bersama-sama. IKM perlu startup yang jago teknologi untuk memenuhi tuntutan pasar,” kata Endang.

Dia meyakini, startup mampu menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi IKM. Beberapa solusi yang dibutuhkan IKM antara lain di bidang manajerial, produksi maupun pemasaran.

Kemenperin pun mengembangkan Program Startup 4 Industry. Gerakan akan menjadi gerakan transformasi digital bagi IKM, yang mana solusi teknologi bisa mereka dapatkan dengan berkolaborasi.

Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim menyambut baik kegiatan ini. Dia mengakui, keberadaan startup menjadi hal penting dalam akselerasi transformasi digital IKM di Jawa Timur.

Menurutnya, saat ini sebanyak 22 ribu IKM di Jawa Timur di berbagai bidang yang memerlukan sentuhan teknologi digital untuk memasarkan produknya agar lebih masif.

Sebagian bergerak di bidang kuliner, makanan, fashion, kerajinan, dan bidang lain. Menurut Emil, era ini bukan lagi eranya bekerja sendiri. IKM perlu bekerja sama dengan startup.

“Saya yakin IKM banyak yang ingin punya web sendiri tapi tidak tahu caranya. Atau selama ini IKM dipusingkan banyak barang yang raib, padahal bisa dicegah dengan pembukuan digital,” kata emil.

Dia juga berpendapat, komunitas antarpelaku usaha ini, baik IKM maupun startup harus dibangun sehingga mampu mengolaborasikan pemasaran yang jauh lebih menarik. Misalnya melalui medsos.

Seperti yang diakui Miming Meina, salah satu pelaku IKM di bidang fashion. Menurutnya, forum kolaborasi Teck Link ini sangat dia perlukan untuk mendapat gambaran bagaimana memperluas pasar.

“Saya ingin produk hijab saya biar lebih diterima pasar. Saya ingin pemasaran tidak monoton dan upload sekenanya. Saya ingin punya web sendiri khusus produk hijab saya,” kata Miming.

Tech Link sebelumnya sudah digela di Bandung pada 31 Agustus lalu. Setelah Surabaya, ajang ini akan digelar di beberapa kota lain seperti Semarang, Yogyakarta, Makassar, Medan, Tangerang, dan Bekasi, sampai 18 September mendatang.(den/dwi)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Pakal Sumberan Masuk Rumah Warga

Banjir Kandangan

Banjir di kawasan Greges dekat TL Simpang 3 Margomulyo

Genangan di Jln. Kapasari

Surabaya
Sabtu, 29 Februari 2020
28o
Kurs