Jumat, 3 Desember 2021

Kolaborasi Polisi-Masyarakat Bisa Ciptakan Budaya Tertib Berlalu-lintas

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
AKBP Leonaedus Simarmata Wakapolrestabes Surabaya dalam Awarding Kelana Kota Surabaya 2018 di Taman Surya, Minggu (30/1/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

AKBP Leonaedus Simarmata Wakapolrestabes Surabaya mengatakan, perlu ada kolaborasi antara Polisi dan masyarakat untuk menciptakan budaya tertib berlalu-lintas di Kota Surabaya. Menurut AKBP Leonardus, saat ini jumlah kecelakaan lalu-lintas (Laka Lantas) di Kota Surabaya perlu mendapat perhatian.

Ia mengatakan, ada lima unsur keselamatan yang perlu diperhatikan dalam keselamatan berkendara. Pertama, yaitu manajemen keselamatan jalan, keselamatan jalan, keselamatan kendaraan, keselamatan pengguna jalan, dan penanganan pasca terjadinya kecelakaan.

Melihat kondisi ini, Wakapolrestabes Surabaya kembali mengingatkan, polisi tidak bisa mengatasi persoalan ini sendiri, karena yang perlu diubah adalah budaya berkendara di jalan. Oleh karenanya, ia sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berinisiaif menggelar event keselamatan berkendara seperti Honda Safety Riding Kelana Kota Surabaya.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi pelaksanaan lomba safety riding tinggal SMA yang juga digelar pada 2018 lalu. Ada 1.000 siswa dari 20 sekolah se-Surabaya yang mengikuti gelaran ini. Menurutnya, ini sejalan dengan program mabes Polri, yaitu Millenial Road Safety Festival yang merupakan ajang millenial peduli keselamatan lalu lintas.

“Semoga upaya yang dilakukan bermanfaat dan bernilai ibadah untuk keselematan umum,” pungkasnya. (bas/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs