Jumat, 20 Mei 2022

Kreatifitas Siswa di Jatim dalam bidang Robot Hidrolik Dinilai Luar Biasa

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Kontes Robot Hidrolik dan Spaghetti Structure Challenge se-Jawa Timur pada Rabu (6/3/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Kreativitas siswa di Jawa Timur dalam bidang pembuatan robot hidrolik menunjukkan hasil yang luar biasa dan di luar ekspektasi. Ini dikatakan Didik Purwanto Kaprodi Teknik Sipil Universitas Widya Kartika (Uwika) ketika menyaksikan hasil karya siswa SD dan SMA se-Jawa Timur dalam kontes Robot Hidrolik dan Spaghetti Structure Challenge se-Jawa Timur pada Rabu (6/3/2019). Ia mengaku takjub dengan karya yang dihasilkan oleh siswa-siswa tersebut.

“Mereka sangat kreatif. Mereka dapat mengembangkan karya yang lebih baik, bahkan yang kemarin tingkat SD itu mereka mampu membuat robot naga, robot berbentuk jerapah, dinosaurus, dan robot lain yang kreatif. Hari ini pun untuk kategori advance sudah terlihat bagaimana kreativitasnya,” ujar Didik ketika ditemui di sela-sela kontes, pada Rabu (6/3/3019).

Ia mengatakan, pembuatan Robot Hidrolik membutuhkan kreativitas tinggi dari masing-masing siswa. Pasalnya, untuk membuat Robot Hidrolik, mereka harus mampu membuat bentuk yang menarik dan dapat digerakkan secara manual berdasarkan hukum Pascal.

“Membutuhkan kreativitas mereka, karena tidak ada rangkaian elektronik, tidak ada program, dan tidak menggunakan listrik. Mereka menggerakkannya secara manual berdasarkan hukum Pascal dengan selang dan suntikan berisi air. Jadi mungkin satu robot hanya membutuhkan biaya Rp20-25 ribu saja,” katanya.

Tak hanya Robot Hidrolik, dalam kontes yang digelar Uwika ini, siswa-siswa dari berbagai sekolah di Jawa Timur juga menunjukkan keahliannya dalam membuat menara dari stik spaghetti. Spaghetti Structure Challenge juga menuntut kreatifitas pesertanya. Pasalnya, mereka harus mampu menciptakan menara tertinggi namun tetap kokoh dengan hanya bermodalkan 60 stik spaghetti dengan perekat dari plastisin.

Ia berharap, dengan digelarnya acara semacam ini, para siswa dapat terus mengasah kreativitasnya dan ketika lulus dari bangku sekolah, mereka sudah memiliki bekal dalam membuat sistem gerak dan struktur menara yang kokoh yang dapat menahan beban. (bas/dwi)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
31o
Kurs