Selasa, 29 September 2020

Linglung Nyasar dari Sidoarjo ke Surabaya, Sugirno Berhasil Kembali ke Rumah

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Informasi tentang Sugirno, pria paruh baya yang sebelumnya ditemukan warga di Kelurahan Medokan Ayu, diunggah di laman facebook e100. Foto: Deka via e100

Sugirno, pria paruh baya yang sebelumnya ditemukan warga di Kelurahan Medokan Ayu, Kota Surabaya akhirnya berhasil dipulangkan ke rumahnya di Desa Cemandi, Kabupaten Sidoarjo, Senin (25/11/2019). Ini berkat kerjasama dan koordinasi yang baik antara warga, pendengar Radio Suara Surabaya dan netter facebook e100.

Menurut kesaksian Deka salah satu warga Medokan Ayu, kronologi bermula saat ia melihat Sugirno berkeliling menggunakan Honda Revo merah W 3084 RC, tanpa arah tujuan di sekitar rumahnya. Ia berkeliling bolak-balik hingga menyebabkan kekacauan lalu lintas.

Melihat hal itu, Deka kemudian menanyakan tujuan sang bapak berusia 60 tahuan ini. Baru kemudian, Deka sadar bahwa pria yang dia tanyai ini dalam kondisi linglung.

“Dari tadi sore ini keliling di sekitar rumah saya. Sugirno namanya, asalnya dari Cemandi Sidoarjo pas ditanya. Muter-muter di wilayah saya, linglung, tanpa bawa identitas apapun,” kata Deka saat melaporkan hal itu kepada Radio Suara Surabaya, Senin (25/11/2019) sekitar pukul 20.00 WIB malam.

Kata Deka, ia kemudian bersama warga setempat membawa Sugirno ke Polsek Rungkut, Kota Surabaya.

Sesaat setelah itu, informasi tentang Sugirno diunggah di laman facebook e100. Bahkan, Suara Surabaya juga berkoordinasi dengan Bakohumas Sidoarjo dan Polresta Sidoarjo, untuk menemukan keluarga dari Sugirno.

Beberapa saat kemudian, salah satu keluarga Sugirno melihat unggahan tersebut di laman facebook e100. Pihak keluarga juga menelepon langsung ke Radio Suara Surabaya tentang keberadaan Sugirno, dan langsung menjemputnya di Polsek Rungkut.

Niken, salah satu keponakan Sugirno mengatakan, pamannya sudah mengidap linglung selama 2 tahun. Awalnya, sang paman izin kepada istrinya untuk memanasi mesin sepeda motor dengan berkeliling di sekitar rumah pada sore hari. Namun hingga setelah Magrib, Sugiarno tidak kunjung pulang.

Niken menjelaskan, memang selama ini pamannya tidak pernah melakukan perjalanan sendirian karena penyakit linglungnya tersebut.

“Sore habis Ashar beliau izin manasin motor, bilang sama istrinya muter-muter di deket situ. Tapi sampai habis Magrib kok belum pulang,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, pada pukul 21.00 WIB.

Ia sangat bersyukur melihat pamannya kembali dengan selamat.

“Terima kasih kepada pak Deka warga Medokan Ayu, warga Surabaya, dan Radio Suara Surabaya yang sudah membantu,” ujarnya.(tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Selasa, 29 September 2020
35o
Kurs