Jumat, 3 April 2020

MOMiracle Apresiasi dan Eksistensi Perempuan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sederet karya anggota IWPI pada pameran bertajuk MOMiracle di Galeri Paviliun House of Sampoerna. Foto: Istimewa

MOMiracle sebagai ruang apresiasi sekaligus wadah eksistensi seniman perempuan dituangkan pada karya lukisan yang digelar di Galeri Pavilliun House of Sampoerna.

Galeri Paviliun House of Sampoerna gandeng 34 anggota Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur, berikan ruang apresiasi dan mewadahi eksistensi seniman perempuan, dalam pameran karya bertajuk: MOMiracle.

Meskipun menggandeng IWPI namun demikian peserta pamerna kali ini tidak seluruhnya berprofesi sebagai pelukis. Diantaranya ada yang berprofesi sebagai guru, pensiunan pegawai negeri sipil serta ibu rumah tangga.

Mereka ini, para perempuan dengan latar belakang yang berbeda kemudian disatukan oleh visi yang sama, dan menjadi dasar dari terselenggaranya pameran lukisan kali ini adalah, perempuan dapat terus dan ikut berkontribusi bagi dunia seni.

MOMiracle adalah ruang bagi para pelukis anggota IWPI Jawa Timur untuk menunjukkan semangat dan sisi lain dari perempuan yang terus bisa seimbang dalam berkarir dan berkarya khususnya dibidang seni.

Aimee Ketua Pelaksana pameran MOMiracle menyampaikan bahwa pameran kali ini adalah apresiasi pada perempuan. Diharapkan pameran ini juga wujud penghargaan kepada seluruh perempuan di dunia.

“Inilah wujud apresiasi pada semua perempuan yang telah menjadi spirit kehidupan bagi banyak orang. Obyek dan gaya yang berbeda diharapkan bisa jadi penghargaan pada kasih Ibu dan semua perempuan, seperti tumbuhan mencintai air dan sinar matahari, serta dapat menginspirasi banyak perempuan dengan berbagai latar profesi dan usia bisa terus berkarya dan bermanfaat bagi kesenian di Jawa Timur,” terang Aimee, Rabu (11/12/2019).

Karya-karya yang dipamerkan tidak lain adalah gambaran optimisme perempuan dalam memandang kehidupan. Itu terlihat pada karya Avy Salma sebagai pelukis paling muda dalam gelaran pameran ini, dengan karya berjudul Hope.

Lukisan itu berkisah tentang sebuah harapan, doa serta cinta sebagai seorang perempuan muda yang nantinya akan menjadi seorang ibu.

Hutanku Hatiku adalah karya K.Djuwito (alm) yang berkisah kerinduannya pada waktu yang ia habiskan bersama ibunya di hutan kala itu, hutan menjadi objek karyanya karena hutan dianalogikan memiliki arti yang sama dengan seorang perempuan, merupakan sumber segala kehidupan dan segala perlindungan.

Rani Anggraini Manager House of Sampoerna berharap agar masyarakat luas bisa lebih mengenal dan mengapresiasi pelukis-pelukis perempuan di Jawa Timur yang meski memiliki latar belakang beragam, namun terus aktif menciptakan karya.

“Dan semoga semangat para ibu-ibu yang sedang berpameran di MOMiracle dapat menginspirasi generasi muda sehingga mampu berkontribusi serta mengasah kreatifitasnya untuk terus berkarya dibidang seni. Dan kali ini adalah lukisan,” pungkas Rani Anggraini.

Sementara itu, pameran MOMiracle dijadwalkan digelar di Galeri Pavilliun House of Sampoerna mulai Jumat (13/12/2019) sampai dengan Sabtu (11/12/2019).(tok/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
28o
Kurs