Jumat, 12 Agustus 2022

Macet Terurai, Polisi Fokus Antisipasi Kecelakaan Pemudik

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Kemacetan lalu lintas yang terpantau di Jalur Mengkreng pada Masa Mudik 2018 silam. Foto: Ary via e100

Seiring tersambungnya Tol Trans Jawa, kemacetan yang biasa terjadi saat Masa Mudik Lebaran di kawasan Jombang dan sekitarnya pada 2019 ini terurai. Lalu lintas di jalur padat seperti Bandar Kedung Mulyo-Mengkreng terpantau landai. Tapi angka kecelakaan yang terdata cukup mengkhawatirkan.

Sudah ada lima kejadian kecelakaan selama Masa Mudik Lebaran 2019 dengan dua korban di antaranya meninggal karena mengantuk. AKP Inggal Widia Perdana Kasatlantas Polres Jombang mengatakan, kalau fokus polisi pada Mudik Lebaran 2018 lalu mengurai kemacetan, kali ini mengantisipasi kecelakaan.

“Kalau tahun lalu kemacetan dominan, tahun ini fokusnya ke keselamatan. Kami melakukan antisipasi kecepatan pemudik. Kalau ada yang mengantuk jangan dipaksakan. Istirahat dulu di rest area atau di pos pengamanan yang tersedia. Sudah ada dua kejadian disebabkan pengemudi mengantuk. Dua orang meninggal, satu pengendara sepeda motor dan satu pengendara mobil boks,” ujarnya.

Satlantas Polres Jombang masih mewaspadai Kecamatan Perak, Jombang, sebagai jalur yang rawan terjadi kecelakaan fatal. AKP Inggal mengatakan, jalan nasional itu cukup ramai lalu lalang warga sekitar. Dia mengimbau pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi menjaga kecepatan kendaraannya.

“Banyak aktivitas warga lalu lalang. Kami mengimbau agar pemudik mereduce kecepatan di jalur itu. Kalau diperlukan, kami pun akan melakukan pengalihan arus lalu lintas,” katanya.

Inggal membenarkan, tersambungnya Tol Trans Jawa memang berdampak besar terhadap terurainya kemacetan di titik-titik yang setiap tahun dilaporkan padat kendaraan pemudik. Dia mengatakan, tersambungnya Tol Trans Jawa mampu menekan kemacetan antara 50-60 persen.

Adapun beberapa titik yang dia sebut menjadi titik rawan kepadatan lalu lintas di Masa Mudik Lebaran itu antara lain di Mojoagung, Jembatan Ploso, dan terutama Bandar Kedung Mulyo-Mengkreng. “Tiga titik ini terpantau lancar.”

Dia memprediksi puncak arus mudik 2019 ini terjadi pada Hari-H lebaran dan H+1 lebaran atau sekitar 5 Mei dan 6 Mei mendatang. Sebagian besar pemudik pada hari itu, kata Inggal, adalah pemudik lokal tujuan Surabaya-Jombang maupun Surabaya-Kediri yang melewat jalur arteri.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 12 Agustus 2022
25o
Kurs