Sabtu, 29 Februari 2020

Mahasiswa ITS Gunakan Biodegradasi, Urai Limbah Padat Rumah Sakit

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Anne saat melakukan beberapa penelitian di laboratorium. Foto: Humas ITS Surabaya

Mahasiswa ITS tawarkan solusi baru pengolahan limbah medis padat dari rumah sakit, alih-alih gunakan pemanasan suhu tinggi untuk mengurai limbah, tiga mahasiswa Departemen Kimia ITS ini justru gunakan metode biodegradasi dengan jamur sebagai pengurainya.

Anne Dwi Tsamarah ketua tim menerangkan bahwa ide penelitian tersebut datang dari permasalahan limbah medis padat di Indonesia yang pengolahannya belum optimal.

Menurut Anne, hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah limbah medis padat seiring dengan bertambahnya jumlah rumah sakit di Indonesia.

Anne juga memaparkan fakta bahwa Indonesia memiliki instrumen pengolahan limbah medis yang minim. “Hanya ada enam di Pulau Jawa dan Kalimantan berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” terang Anne, Kamis (27/6/2019).

Akibatnya, lanjut Anne, hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan limbah medis padat tersebut.

Menyadari bahaya penumpukan limbah medis tersebut bagi kesehatan dan lingkungan, Anne bersama dua rekannya yakni Lely Dwi Astuti dan Ulfa Miki Fitriana yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini mengusulkan metode biodegradasi.

Metode dengan menggunakan kombinasi jamur Aspergillus oryzae (A. oryzae) dan Trichoderma viride (T. viride). “Dua jamur ini berperan sebagai agen pendegradasi limbah medis padat berupa wadah infus yang merupakan limbah terbesar rumah sakit,” kata Anne.

Penelitian yang dimulai sejak April 2019 lalu ini menuai hasil positif. Anne menjelaskan bahwa jamur dengan kombinasi T. viride tersebut mampu mendegradasi limbah medis padat lebih baik dibandingkan dengan penggunaan jamur A. oryzae saja.

Kedua jamur tersebut memiliki enzim yang mampu memutuskan ikatan pada limbah medis padat menjadi produk yang lebih sederhana.

“Sehingga massa limbah medis padat yang terdegradasi menggunakan kombinasi kedua jamur tersebut lebih besar daripada degradasi menggunakan satu jenis jamur saja,” terang Anne lebih lanjut.

Sementara itu, di bawah bimbingan dosen Departeman Kimia ITS, Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, Anne dan timnya optimistis telah melakukan yang terbaik dan berharap PKM Penelitian Eksakta (PE) besutannya tersebut mampu mengantarkan mereka menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2019 mendatang.(tok/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Pakal Sumberan Masuk Rumah Warga

Banjir Kandangan

Banjir di kawasan Greges dekat TL Simpang 3 Margomulyo

Genangan di Jln. Kapasari

Surabaya
Sabtu, 29 Februari 2020
27o
Kurs