Minggu, 22 Mei 2022

Pemerintah Janji segera Relokasi Pengungsi Banjir Bandang Sentani

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden meninjau SD Inpres Kemiri, salah satu lokasi yang terkena dampak banjir bandang di Sentani, Jayapura, Senin (1/4/2019). Foto: Farid suarasurabaya.net

Joko Widodo Presiden dan Iriana Ibu Negara, siang hari ini, Senin (1/4/2019), mengunjungi pengungsi korban banjir bandang Sentani, di Gelanggang Olahraga Toware, Kabupaten Jayapura.

Kedatangan rombongan RI1, disambut hangat warga Sentani. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, anak-anak sekolah berbaris rapi di pinggir jalan sambil mengibarkan bendera merah putih ukuran mini.

Turut mendampingi presiden, antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sekretaris Kabinet dan Gubernur Papua.

Di salah satu lokasi pengungsian itu, Jokowi dan Ibu Iriana mendengarkan berbagai keluhan pengungsi yang rata-rata kaum perempuan, anak-anak usia balita dan sekolah dasar.

Para pengungsi tidak menuntut banyak. Mereka cuma meminta pemerintah segera merelokasi ke tempat yang lebih layak untuk ditinggali keluarga.

Menanggapi permintaan itu, Jokowi mengatakan sudah memerintahkan Gubernur Papua dan Bupati Jayapura untuk mencari lahan baru yang aman dari ancaman bencana alam banjir bandang.

Menurut Presiden, pemerintah siap membangun rumah tinggal layak huni, sesegera mungkin sesudah Pemda Papua bisa membebaskan lahan.

“Pengungsi ingin segera kepastian rumahnya di mana karena rumahnya ini sudah habis semua dan kita mau bangun. Tapi, kalau bangun di tempat yang lama tidak memungkinkan karena kemungkinan terjadi bencana lagi sehingga harus direlokasi ke tempat yang dipastikan aman dari bencana. Kalau tanahnya sudah ketemu, sudah dibebaskan oleh gubernur oleh bupati, baru masuk ke pembangunan rumahnya,” ujarnya di lokasi pengungsian, Selasa (1/4/2019).

Di tempat yang sama, Lukas Enembe Gubernur Papua mengatakan, pihaknya sudah melakukan negosiasi dengan pemilik tanah di sepanjang jalan Jayapura-Wamena, kemudian segera membayar dan mulai membangun.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang di Sentani mengakibatkan 112 orang meninggal dunia.

Bencana banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3/2019), juga menyebabkan 82 orang hilang, 961 orang luka-luka, dan 5.347 orang terpaksa mengungsi di 21 lokasi penampungan.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
28o
Kurs