Rabu, 24 Juli 2024

Pengamanan Ketat di Singgasana, Tamu Hotel Mengeluh

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kemanan ketat terhadap sejumlah tamu Singgasana yang hendak menghadiri kegiatan buka puasa bersama, Kamis (9/5/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net

Sejumlah tamu Singgasana Hotel yang hendak menghadiri kegiatan buka puasa bersama sempat mengeluhkan pengamanan oleh pihak kepolisian yang begitu ketat, Kamis (9/5/2019). Bahkan sejumlah tamu tanpa tanda pengenal rekapitulasi Pemilu 2019 atau tanpa nomor kamar dilarang masuk hotel.

Polisi mempertebal pengamanan ini untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan selama berlangsungnya rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 yang ditargetkan tuntas hari ini.

Selain itu, penebalan petugas keamanan, dari normalnya 500 petugas gabungan menjadi lebih dari 600 personel gabungan itu, juga karena adanya isu aksi unjuk rasa oleh kelompok tertentu yang akan bergerak ke Hotel Singgasana.


Pengamanan di Hotel Singgasana, Kamis (9/5/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net

Sejumlah petugas hotel sempat berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk meminta agar polisi sedikit mengendurkan situasi, setidaknya dengan cara melakukan komunikasi yang lebih baik dengan tamu yang hendak masuk ke hotel.

Petugas hotel menyatakan, ada sebagian tamu yang pada akhirnya membatalkan kehadirannya dalam acara buka puasa bersama di Singgasana. Untuk itu, mereka bersiaga tepat di jalan masuk menuju hotel setelah jembatan bersama polisi.

Terlihat di antara petugas hotel itu, W Virtaloka PR Manager Hotel Singgasana Surabaya. Virta juga yang sempat mendatangi pengemudi mobil yang tidak diizinkan masuk oleh polisi karena tidak membawa tanda pengenal.

Sayangnya, Virta enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai protes tamu Singgasana atas pengamanan yang cukup ketat itu. Kepada suarasurabaya.net dia mengaku memaklumi upaya polisi mengamankan jalannya rekapitulasi.

Virta dan petugas hotel memilih jalan tengah, meminta penanggung jawab acara buka puasa bersama mendata undangan dan nomor kendaraannya. Ada seorang petugas yang akan menjemput mereka di akses masuk setelah jembatan.

Menjelang Maghrib tadi, sejumlah personel personel gabungan polisi keluar hotel dengan sejumlah kendaraan. Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim membenarkan ada pengurangan pasukan.

Menurutnya, polisi memprediksi, malam ini kekhawatiran akan adanya aksi unjuk rasa atau kericuhan di dalam hotel pada saat rekapitulasi berlangsung tidak akan terjadi. Kendaraan taktis yang tadinya bersiaga di seberang jembatan kini ditempatkan kembali di dalam hotel.(den/tin/rst)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
28o
Kurs