Selasa, 11 Mei 2021

Pesan Khofifah kepada Warganet saat Buka Big Bad Wolf Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur usai membuka bazar buku Big Bad Wolf (BBW) di JX Internasional Surabaya, Kamis (3/10/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net

Setelah membuka bazar buku Big Bad Wolf (BBW) di JX Internasional Surabaya, Kamis (3/10/2019), Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyampaikan pesan secara tidak langsung kepada warganet.

Khofifah mengakui, literasi atau minat baca masyarakat Jawa Timur termasuk dalam kategori sedang. Dia pun mengajak semua pihak untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar gemar membaca.

“Sebenarnya, masyarakat indonesia ini sudah schooling society (masyarakat sekolah). Listening society (masyarakat pendengar) sudah lewat,” ujarnya usai secara resmi membuka BBW.


Pengunjung melihat-lihat buku yang ada di Big Bad Wolf (BBW) Surabaya. Foto: Denza suarasurabaya.net

Dia bilang, di era digital atau era industri 4.0 ini, masyarakat Indonesia bahkan tidak hanya masuk fase schooling society tetapi juga writing society (masyarakat yang gemar menulis).

“Karena sama-sama rajin nulis, terutama di medsos (media sosial),” ujarnya tertawa kecil. “Nah, bagaimana kita kuati dengan reading society (masyarakat membaca) juga. Sehingga pesan yang kita tulis lebih berkualitas, mencerdaskan, dan lebih mencerahkan,” katanya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyebutkan, sekitar dua minggu lalu dia membahas literasi di Jatim dengan cukup intensif bersama beberapa narasumber berkaitan tanggal kunjungan perpustakaan pada 14 September.

Bulan September, kata dia, adalah bulan gemar membaca. Pemprov Jatim bekerja sama dengan sejumlah pihak pun saat itu bikin acara berkaitan tanggal kunjungan perpustakaan 14 September di lokasi yang sama dengan BBW.

“Kami undang ibu-ibu, guru, perwakilan kampus, anak-anak. Saya tanya, kalau ke perpustakan biasanya ngapain? Ada yang cuma mau akses Wi-FI, ada yang masuk karena ber-AC. Ada yang cuma cari colokan, wis (sudah), enggak apa-apa,” katanya.

Pertama, lanjutnya, mungkin tujuan masyarakat ke perpustakaan memang sekadar mencari tempat teduh dan ber-AC dilengkapi koneksi Wi-Fi. Tapi menurutnya, peran perpustakaan ke depan akan tetap menggerakkan orang untuk membaca.

“Boleh, pertama mungkin cari Wi-Fi gratis. Lama-lama, kalau ada yang bilang Wi-Fi gratis di mana ya? Ayo ke perpustakaan. Saya rasa itu sudah satu langkah untuk bisa membangun minat baca,” katanya.

Target Pemprov Jatim dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim saat ini, bagaimana menjadikan membaca sebagai budaya atau kultur yang terus dibangun. Khofifah menyebut, kultur baca nomor satu.

“Kalau sudah punya minat baca, buku apapun dilahap. Dia akan mencari tahu apa saja, biasa membaca apa saja. Nah, di Big Bad Wolf ini, bukunya ada 2 juta eksemplar, Itemnya banyak sekali. Ini surganya buku,” ujarnya.

Khofifah bilang, dia sendiri ingin mengajak anak-anak santri yang pernah dia datangi, yang mana mereka kesulitan mengakses perpustakaan. Dia ingin para santri ini bahagia melihat surganya buku di BBW.(den/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Selasa, 11 Mei 2021
28o
Kurs