Jumat, 20 Mei 2022

Prihatin Kandungan Karbon Aktif, Ciptakan Masker Wajah Berbahan Sekam Padi

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sekam Padi yang dipakai untuk bahan masker wajah. Foto: Humas ITS Surabaya

Inovasi produk yang diberi nama Malami ini, berhasil mengantarkan Siti Muzaimatul Mamnuah dan Movilicia Wahyu Mustikasari lulus untuk mendapatkan gelar diploma dari Departemen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi ITS.

Sebenarnya, karbon aktif dapat dibuat dari hampir seluruh materi organik. Namun kedua gadis yang akrab disapa Siti dan Movi ini memilih mendapatkan bahan baku karbon aktif dari arang Sekam Padi. “Mengingat harganya yang terjangkau dan kelimpahannya yang tinggi di Indonesia,” terang Movi.

Movi menuturkan, setelah didapatkan karbon aktif, bahan tersebutlah yang kemudian digunakan dalam pembuatan masker. Menurutnya, karbon aktif dikenal memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat, gas, dan bahan kimia beracun lainnya. “Di samping itu, karbon aktif juga memiliki kemampuan mengabsorbsi bakteri,” tambah Movi.

Mengingat maraknya produk kecantikan berbahan karbon aktif di pasaran, Movi menambahkan, bahwa penambahan ekstrak Mengkudu serta Madu adalah kekhasan dalam produknya.

Sehingga, Movi mengklaim, masker wajah yang dibuat bersama rekannya ini mampu menjaga kesehatan kulit seperti menghilangkan komedo dan jerawat tanpa merusak pigmen dan kelembaban kulit.

Terkait hal itu, Movi menjelaskan, ekstrak Mengkudu mengandung phytochemical dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan. “Kadar antioksidan yang tinggi dalam mengkudu dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan radikal bebas,” papar Movi.

Untuk menutupi bau menyengat yang dihasilkan oleh ekstrak Mengkudu, Movi dan rekannya menambahkan Madu sebagai bahan masker. Selain karena kemampuannya mengurangi bau, Movi menyebutkan Madu juga dapat bertindak sebagai antibakteri. “Keberadaan madu dalam produk ini juga difungsikan sebagai pengawet masker,” tambah Movi.

Inovasi yang digarap di bawah bimbingan Ir Agus Surono MT ini telah mengalami sejumlah pengujian, diantaranya terhadap kadar pH, kandungan logam berat, serta mikroba. “Hasilnya menunjukan produk ini telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam tiga parameter tersebut,” pungkas alumnus SMAN 1 Trenggalek ini, Rabu (13/3/2019).(tok/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
30o
Kurs