Sabtu, 26 September 2020

Tahun Depan Dua Unit Rumah Sakit Terapung di Sumenep Dikelola Pemprov

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim melihat langsung operasi di RST Kesatria Airlangga di Dermaga Pulau Kangean, Sabtu (30/11/2019). Foto: Humas Pemprov Jatim

Dua unit kapal Rumah Sakit Terapung (RST) Kesatria Airlangga yang melakukan pelayanan kesehatan di kepulauan Sumenep, Madura, mulai 2020 mendatang akan dikelola Pemprov Jatim.

Dua RST bantuan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan yang diserahkan ke Pemprov Jatim pada Agustus 2019 lalu sampai sekarang masih dikelola PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Mulai tahun depan, pengoperasian dan pengelolaan biaya operasional RST pertama di Jawa Timur itu akan dikelola Pemprov Jatim melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Beroperasinya dua kapal RST itu bertujuan agar masyarakat di wilayah kepulauan di Madura bisa mengakses layanan kesehatan. Selain itu, dua unit kapal ini juga bisa berfungsi sebagai alat transportasi.

Sebagai alat transportasi, kedua kapal ini telah beroperasi di gugus-gugus kepulauan di Sumenep. Satu kapal bersiaga di Pulau Kangean, satu lagi bersiaga di Pulau Sapeken.

Dua kapal RST ini juga bertugas melayani kesehatan dan transportasi masyarakat di Pulau Sapudi, Raas, dan Masalembu yang menjadi bagian dari Kabupaten Sumenep, Madura.

Sabtu (30/11/2019) kemarin, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim bersama Busyro Karim Bupati Sumenep menyaksikan langsung proses operasi di RST Kesatria Airlangga di Dermaga Pulau Kangean.

Khofifah juga meninjau pelayanan kesehatan kepada warga Kangean. Dari pengobatan gratis, bedah minor (lipom bedah), pemeriksaan pasien pasca operasi, serta pemeriksaan screening deteksi.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga meninjau ruang operasi dan pasca operasi baik di KM Gandha Nusantara 01 dan KM Gandha Nusantara 02 sebagai bagian RST Kesatria Airlangga.

Dia sempat berbincang dengan dr. Agus Kepala RST Kesatria Airlangga tentang berbagai kendala yang dihadapi RST untuk memberi layanan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satunya tentang dukungan tenaga listrik untuk pelayanan radiologi di RST Kesatria Airlangga. “Monggo kalau butuh tambahan energi listrik, mumpung ada Direktur PLN,” ujar Khofifah.

Dalam melakukan kunjungan itu, Supangkat Iwan Santoso Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PT PLN Persero turut serta. Dia didampingi Bob Saril General Manager PLN UID Jatim.

Setiajit Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim dan Kuswanto Ketua Komisi D DPRD Jatim juga turut serta dalam rombongan itu, menyaksikan langsung proses pelayanan kesehatan.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim perlu mencari solusi atas beberapa kendala-kendala pelayanan kesehatan RST. Pertama, soal kebutuhan dermaga yang lebih besar di beberapa titik kepulauan di Sumenep.

“Ada titik-titik, kapal ini butuh tempat yang cukup untuk merapat. Karena ada yang tidak cukup bersandar. Kami akan evaluasi, supaya ke depan bisa lebih maksimal. Termasuk menentukan pulau mana saja yang harus dilayani,” ujarnya.

Khofifah mengungkapkan, selain dermaga dan daya jangkau RST Kesatria Airlangga, kendala lain yang muncul adalah delay life atau masalah yang berkaitan operational cost (biaya operasional).

Tim medis dan Paramedis yang bertugas di RST Kesatria Airlangga merekomendasikan supaya Pemprov Jatim membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) RST Kesatria Airlangga.

“Perlu dibahas ulang dan dikaji ulang. Baik untuk penambahan UPT, kemudian infrastruktur untuk merapatnya kapal. Semua akan kami bahas dan kami carikan solusinya,” ujarnya.

Secara umum, Mantan Menteri Sosial di Kabinet Kerja Joko Widodo Presiden itu mengatakan, operasional RST Kesatria Airlangga berjalan baik dan lancar. Dia berharap kedua unit kapal memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat kepulauan.

“Alhamdulillah kami dapat suport dari kementerian perhubungan dan kementerian kesehatan menyiapkan layanan kesehatan berbasis rumah sakit apung ini, sehingga salah satu program janji kampanye ini bisa terwujud dengan cepat,” katanya.

Penyediaan Kapal RST ini, kata Khofifah, adalah bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat di kepulauan di Madura.(den/tin/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Sabtu, 26 September 2020
35o
Kurs