Selasa, 19 Januari 2021

Tampilkan Karya, Mahasiswa PG PAUD Unnar Diharapkan Jadi Pendidik Kreatif

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Pementasan karya mahasiswa PG PAUD Universitas Narotama Surabaya. Foto: Humas Universitas Narotama

40 orang mahasiswa PG PAUD Universitas Narotama Surabaya memenuhi Convention Hall kampus Universitas Narotama (unnar) Surabaya, Jumat (5/7/2019), dengan menggunakan kostum yang beragam. Mereka secara bergantian menampilkan karya seni yaitu tari dan menyanyi.

Rofik Jalal Rosyanafi, S.Pd.,M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Guru (PG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Narotama mengatakan bahwa kegiatan kali ini adalah yang pertama dari kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan setiap tahun tersebut. Dan dari pentas seni ini para mahasiswa ke depan menjadi pendidik yang penuh dengan kreativitas.

“Karena PG PAUD Universitas Narotama adalah program studi baru, jadi kami sedang memulai sebuah rutinitas pagelaran karya ini sebelum nantinya menjadi kegiatan tahunan. Harapannya pasti ingin menghasilkan pendidik anak usia dini yang kreatif dengan pagelaran karya seni seperti ini dimasa mendatang,” terang Rofik.

Pagelaran karya seni PG PAUD Unnar tahun 2019 ini bertema: Seni Menyatukan Kita dan merupakan kegiatan evaluasi capaian pembelajaran gabungan dari 3 mata kuliah.

“Pagelaran ini menggabungkan evaluasi untuk mata kuliah Musik dan Lagu, Pembelajaran Tari AUD, dan Pagelaran Karya,” lanjut Rofik.

Ketiga mata kuliah itu ternyata memang sangat erat kaitannya dengan pendidikan anak usia dini, sehingga sangat penting untuk diajarkan dalam perkuliahan mahasiswa PG PAUD.

“Mereka akan menjadi pendidik anak-anak usia dini yang dituntut untuk kreatif. Maka dari itu kami berusaha untuk menghasilkan pendidik yang baik dengan pembelajaran yang relevan untuk nantinya diajarkan ke anak-anak,” tambah Rofik.

Salah satu penampil dalam pagelaran seni itu adalah mahasiswi bernama Valentine Aqwarinna Gempita. Valent menampilkan Tari Sandorennang bersama timnya.

“Tari Sandorennang ini bercerita tentang orang-orang yang sedang panen dengan riang gembira. Nantinya tari ini bisa digunakan untuk pembelajaran bagi anak usia dini untuk giat bekerja dengan riang gembira,” pungkas Valent, Jumat (5/7/2019).(tok/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Mogok di Manyar Gresik

Jeglongan di Wedi Gedangan

Jalan Rusak di Brigjend Katamso Sudah Ditambal

… Lewati Lembah, Sungai Mengalir, Eh Bukan

Surabaya
Selasa, 19 Januari 2021
26o
Kurs