Rabu, 19 Juni 2024

Tol Kertosono-Ngawi Kembali Normal Meski Masih Ada Sisa Genangan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Contraflow di Tol Ngawi-Madiun, Kamis (7/3/2019). Foto: Screencapture Video Drone Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Bebas Hambatan Solo-Kertosono II untuk Radio Suara Surabaya

Jalur tol Kertosono Ngawi KM 603-604 telah dibuka pada hari ini, Jumat (8/3/2019). Meski masih terdapat genangan air, namun menurut Charles Lendra GM Operasi dan Maintanance PT Jasa Marga Ngawi-Kertosono, jalur tersebut sudah bisa dilewati kendaraan.

“Tol sudah kembali mormal meski masih ada genangan air di KM 604-603,” kata Charles Lendra kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (8/3/2019).

Menurutnya, banjir bandang yang melanda Kabupaten Madiun sejak beberapa hari yang lalu diakibatkan debit sungai yang melebihi kapasitas di 8 anak sungai Jeroan. Jika normalnya sungai mampu menampung debit air hingga 894 m3 per detik, pada beberapa hari yang lalu debit sungai mencapai 1.060 m3 per detik. Ditambah beberapa tanggul yang jebol semakin menambah parah banjir yang terjadi di Kabupaten Madiun.

“Apalagi ada 1-2 lokasi yang tanggulnya jebol. Sebelumnya curah hujan tinggi sejak Senin (4/3/2019), ini semakin menambah volume air yang menuju sungai Jeroan menjadi melebihi kapasitas,” imbuh Charles.

Untuk itu, pihaknya akan memasang sand bag atau kantong pasir sepanjang 400 meter lokasi yang terdampak langsung banjir sebelum dibangun beton permanen. Sedangkan untuk lokasi-lokasi lain yang memiliki potensi terkena banjir masih akan dipetakan kembali.

Namun Charles menegaskan, masalah tol Kertosono-Ngawi KM 604-603 yang teredam banjir ini bukan dikarenakan jalan tol yang rendah.

“Kalau rencana jalan tol ditinggikan secara teoritis bisa-bisa saja, cuma ini kan penyebabnya bukan karena jalan tol yang rendah, karena memang sebelumnya jalan tol sudah ditinggikan, jalur existing aja minimal tingginya 1 meter,” tambahnya.

Sebelumnya, tol Madiun-Ngawi mulai KM 602 sampai KM 607 terdapat genangan air cukup tinggi di jalur sisi Surabaya-Madiun. Sehingga, Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim mulai menerapkan rekayasa satu jalur untuk dua arah (contra flow).(tin)

Berita Terkait

..
Surabaya
Rabu, 19 Juni 2024
29o
Kurs