Senin, 1 Maret 2021

UKWMS Bersama Kemendag RI Kupas E-commerce

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Pemberian cinderamata kepada nara sumber diberikan oleh Dr. Lodovicus Lasdi, MM., Ak., CA., CPA., Dekan Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FB UKWMS (kiri). Foto: Humas UKWMS

Revolusi Industri 4.0 membuat pola belanja masyarakat berubah. E-commerce sebagai aplikasi daring memberikan kemudahan yang harus dimanfaatkan masyarakat.

Terkait dengan itu, Program International Business Management (IBM) FB (Fakultas Bisnis) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) gandeng Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Rabu (20/11/2019) gelar seminar: Perluasan Pangsa Pasar Produk-produk Jawa Timur ke Luar Negeri Melalui E-commerce.

Ir. Marolop Nainggolan, MA., selaku Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag RI hadir sebagai pembicara. Guna meningkatkan perluasan pangsa pasar, tentu harus memiliki strategi peningkatan ekspor.

“Ada tiga strategi fokus kami, yang pertama mengontrol barang impor dan ekspor kita jaga agar barang-barang yang diimpor bisa membantu produksi kita. Kedua, perluasan pasar ekspor, mencari pasar mana yang bisa kita perluas untuk menerima produk kita. Dan ketiga, gunakan teknologi yakni e-commerce yang memang murah, mudah, cepat sebagai sarana promosi digital,” terang Marolop.

Sesi talkshow menghadirkan 3 pembicara: Dr. Wahyudi Wibowo selaku Kepala Program IBM UKWMS, Zebedeus dari Ralali.com dan Maulina dari Kalyana Indonesia, dan dimoderatori oleh Yulika Rosita Agrippina, S.M., MIB dosen IBM UKWMS.

Zebedeus mengawali penjelasannya dengan mengatakan bahwa berbisnis daring memang mudah tapi juga berbahaya.

“Mudah sekali untuk membuka toko secara online, tetapi juga harus berhati-hati dalam bertransaksi. Nah, tips untuk berjualan online agar cepat laku bisa dicoba dengan cara memberi judul yang lengkap dan menarik agar produk dapat muncul di segala pencarian. Selanjutnya didukung juga dengan foto yang menarik serta deskripsi jelas,” papar Zebedeus.

Maulina dari Kalyana Indonesia menambahkan, jika terdapat kesulitan atau kendala saat berjualan berikan pelayananan dan treatment yang baik kepada pembeli agar mereka nantinya melakukan pembelian secara berulang.

“Produk Kalyana saya juga pakai sendiri, sehingga tahu kekurangannya sebelum dijual dan digunakan banyak orang. Ini penting diketahui,” kata Maulina menjelaskan pengalaman pribadinya sendiri.

Beberapa tahun terakhir perekonomian global terus bergerak dalam bayang-bayang ketidakpastian, bahkan kini disertai meningkatnya resiko resesi. Dr. Lodovicus Lasdi, MM., Ak., CA., CPA., Dekan Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FB UKWMS) menyampaikan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi terjadi dimana-mana.

“Laporan IMF Interim Outlook di tahun 2016 memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia ke depan akan berada dalam low growth trap. Bahkan pada bulan Oktober 2019, IMF kembali merilis bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi sedang dialami oleh hampir 90 persen negara-negara di dunia. Faktor utama yang mendasari adalah dinamika struktur perdagangan global yang mempertajam persaingan antar negara,” pungkas Dr. Lodovicus Lasdi, MM., Ak., CA., CPA.(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Terguling dan Muatannya Tumpah

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
25o
Kurs