Rabu, 26 Februari 2020

Ubaya Borong Tiga Juara di National Stockcase Competition 2019

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tim FBE Universitas Surabaya (Ubaya) borong tiga juara di National Stockcase Commpetition 2019. Foto: Humas Ubaya

Mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) dalam Ubaya Investor Club (U Vest) mengukir prestasi borong tiga juara pada National Stockcase Competition 2019.

National Stockcase Competition 2019, bertema Dare to Invest for Your Future yang berskala nasional dan diikuti Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia yang digelar di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Pada laga ini, Ubaya kirimkan tiga tim. Tim Glorius Gift meraih juara pertama yang terdiri dari Ivan Kuswarianto dan Aprilia Setiadi Lukas dengan mempresentasikan hasil analisis saham milik PT Mayora Indah, Tbk.

Tim Stockies meraih juara ketiga terdiri dari Jonathan Bryan dan Vellesya Salvaregina dengan presentasi hasil analisis saham milik PT Wijaya Karya Beton, Tbk. Sedangkan tim Finesse meraih juara harapan I terdiri dari Irenna Elizabeth dan Kelvin Adinata mempresentasikan hasil analisis saham milik PT Astra Agro Lestari, Tbk.

Dalam kompetisi ini, terdapat dua babak yang harus dihadapi oleh tim Ubaya yaitu babak penyisihan dan babak final. Pengumpulan paper berupa Equity Research Report & Presentation dari tiga saham perusahaan yang berbeda menghantarkan tim Ubaya lolos ke babak final.

Dan dengan penampilan presentasi dan penilaian juri, tim Ubaya berhasil membawa pulang tiga piala, sertifikat, dan sejumlah hadiah lainnya.

Kelvin Adinata, mahasiswa semester lima program studi Keuangan, Investasi, dan Intermediasi Keuangan FBE Ubaya menyampaikan bahwa dirinya tertarik dengan investasi saham sebelum tergabung dalam U Vest.

Ditmbahkan Kelvin Adinata, bahwa U Vest merupakan sebuah wadah untuk menggali potensi dan mengaplikasikan kemampuan manajemen keuangan bagi mahasiswa FBE Ubaya.

Melalui U Vest mahasiswa dibekali beragam informasi serta wawasan terkait technical analysis, cara berinvestasi saham dan mengetahui manajemen resiko terkait instrumen investasi yang diambil.

“Tentunya bersyukur, tiga tim Ubaya bisa mendapat gelar juara dan berhasil memaparkan hasil analisis saham perusahaan yang berbeda. Selain belajar saham dalam U Vest, kami bangga dengan Ubaya karena memiliki mata kuliah yang membantu kami saat mengikuti kompetisi seperti ini,” terang Kelvin Adinata.

Kami, lanjut Kelvin Adinata memiliki mata kuliah Manajemen Keuangan yang memberikan arahan pembuatan paper hingga evaluasi mulai dari mencari dan mengumpulkan data, analisis, serta koreksi yang dilakukan setiap minggu oleh dosen.

“Sehingga kami jadi tahu bagaimana runtutan, sekaligus strategi untuk membuat paper yang lengkap sekaligus juga sesuai kebutuhan. Ini penting bagi kami,” tegas Kelvin.

Persiapan mengikuti National Stockcase Competition 2019 dilakukan dalam kurun waktu satu minggu. Ivan Kuswarianto, mahasiswa yang pernah mengikuti lomba Kompetisi Nasional Pasar Modal (KNPM) 2018 menjelaskan bahwa tantangan dan kesulitan terbesar bagi dirinya dan tim adalah masalah waktu.

“Kami berpacu dengan waktu. Kami harus bisa membagi waktu karena kompetisi diadakan di minggu terakhir mendekati UTS (Ujian Tengah Semester). Jadi harus sanggup membagi waktu untuk tugas kuliah dan persiapan lomba,” tambah Ivan Kuswarianto.

Kompetisi ini memberikan banyak pengalaman kepada tim Ubaya untuk lebih peka melihat keadaan sekitar yang mampu mempengaruhi suatu perusahaan.

Jonathan Bryan memberikan pesan kepada mahasiswa Ubaya agar mulai berani untuk mengikuti beragam kompetisi di luar kampus.

Selain untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan analisis saham perusahaan, juga menjadi bekal yang tentunya berguna saat memasuki dunia kerja.

“Contohnya perusahaan consumer goods tentu kita harus melihat tren makanan dan minuman yang sudah ada, hingga curah hujan serta masa panen. Semuanya mempengaruhi suatu perusahaan,” papar Jonathan, Senin (30/9/2019).

Dengan mengikuti kompetisi ini, tambah Jonathan tidak hanya ilmu keuangan saja yang kita pupuk, tetapi kita sebagai pengamat ekonomi juga harus mengetahui hal-hal yang terjadi di dunia karena semua ini dapat mempengaruhi keadaan perekonomian dan pertumbuhan suatu negara kedepannya.(tok/rst)

Berita Terkait