Rabu, 25 Mei 2022

Cak Imin: Semoga Kekhawatiran Terhadap Kebhinekaan Hanya Ada Di Medsos

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Pembukaan refleksi Tahun Baru Imlek 2570, dan mengenang jasa Gus Dur dalam memperjuangkan Kebhinekaan di Gedung A.W. Center, jalan Raya Serpong KM 8, Tangerang Selatan Kamis (31/1/2019) malam. Foto: Istimewa

Abdul Muhaimin Iskandar Wakil Ketua MPR RI melakukan pemukulan Tambur sebagai penanda dibukanya refleksi Tahun Baru Imlek 2570, dan mengenang jasa Gus Dur dalam memperjuangkan Kebhinekaan.

Refleksi Tahun Baru Imlek tahun 2019, ini terselenggara berkat kerjasama Fraksi PKB dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa, Tangerang Selatan.

Acara tersebut berlangsung di Gedung A.W. Center, jalan Raya Serpong KM 8, Tangerang Selatan Kamis (31/1/2019) malam. Tema Peringatan Tahun Baru Imlek 2570, ini adalah merawat keberagaman menjaga persatuan.

Dalam sambutannya, Muhaimin diantaranya menyampaikan ucapan selamat tahun baru Imlek 2570.

Menurut Cak Imin, peringatan tahun baru Imlek menunjukkan keberagaman golongan dan lapisan masyarakat di Indonesia masih terjaga. Ke depan, Kebhinekaan seperti itu harus dipertahankan. Karena sejak berdirinya, Indonesia memang sudah terdiri dari berbagai suku bangsa dan kelompok yang berbeda-beda.

Apabila ada kecurigaan dan kekhawatiran, seolah keberagaman bangsa Indonesia, itu mengalami kemunduran, kata Muhaimin, kondisi tersebut hanya bersifat sesaat. Kondisi tersebut muncul, karena sebentar lagi akan ada pemilihan umum. Bahkan kekhawatiran terhadap kebhinekaan itu, hanya ada di sosial media.

“Yakinlah, hiruk pikuk dan kekhawatiran itu bersifat sementara dan hanya ada di dunia Maya, bukan dunia nyata. Pada waktunya, kita akan kembali pada saling menghargai, dan lepas dari rasa saling curiga. Karena itu kita harus terus menjaga keberagaman demi persatuan”, kata Muhaimin.

Pada kesempatan itu, Muhaimin mengingatkan jasa besar yang sudah dilakukan Abdurrahman Wahid Presiden RI ke IV. Berkat jasa Gus Dur, tahun baru Imlek sudah dinyatakan sebagai hari libur nasional. Sehingga boleh diperingati oleh siapapun. Selain itu, Gus Dur juga sudah berjasa karena telah menjadikan Konghucu sebagai agama yang diakui.

Kedepan menurut Muhaimin, tekad Gus Dur untuk merawat kebhinekaan Indonesia, itu akan terus dijaga dan dipertahankan. Bahkan, pihaknya akan memastikan bahwa politik kebangsaan akan jadi warna politik Indonesia yang menghargai keberagaman dan kebhinekaan.(faz/tin/dwi)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
27o
Kurs