Minggu, 28 November 2021

Rektor Unair Tentang Jalur Mandiri: Masyarakat Jangan Percaya Calo!

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Muhammad Nasih Rektor Uniar (paling kiri) saat menemui awak media di Kota Surabaya, terkait dibukanya jalur mandiri untuk mahasiswa baru. Foto: Totok suarasurabaya.net

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mulai mempersiapkan jalur mandiri bagi calon mahasiswa baru diluar jalur SMPTN dan SBMPTN, karena itu masyarakat diimbau untuk tidak percaya dengan segala macam bentuk percaloan dalam rangka memasukkan calon mahasiswa baru.

Hal itu ditegaskan Prof. Dr Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA, Rektor Universitas Airlangga (Unair), Senin (17/6/2019) pada pertemuannya dengan sejumlah awak media terkait mulai dibukanya jalur mandiri.

“Kami ingatkan kepada masyarakat luas yang akan memasukkan keluarga atau putera-puterinya ke Unair, dengan berbagai pilihan fakultas yang diiinginkan, untuk tidak sekali-kali mempercayai adanya praktik percaloan, dalam rangka membantu meloloskan masuk Unair,” tegas Nasih.

Bahkan Nasih mengingatkan bahwa tidak ada yang namanya jatah bagi para karyawan Unair, untuk bisa meloloskan calon mahasiswa agar diterima di Unair. “Bahkan setingkat Dekan, juga tidak punya hak atau wewenang untuk bisa meloloskan calon mahasiswa,” kata Nasih.

Masyarakat, lanjut Nasih sebaiknya tidak mempercayai kabar bahwa ada orang-orang tertentu yang mengaku dari Unair atau punya kenalan dengan Unair yang bisa memasukkan atau membantu meloloskan calon mahasiswa masuk fakultas pilihannya di Unair Surabaya.

“Masyarakat jangan percaya calo! Tidak ada praktik itu! Semua melalui tes. Silahkan datang dan lakukan pendaftaran sesuai dengan prosedur yang sudah dibuat. Soal biaya pendaftaran, atau biaya perkuliahan semuanya sudah bisa ditanyakan dan dilihat langsung,” pungkas Nasih.

Tahun ini, Unair Surabaya sudah mempersiapkan sekurangnya 1.600 kuota bagi mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Ke 1.600 kuota tersebut merupakan jumlah 30% dari total kuota yang ada, yaitu mencapai 5.525 untuk tahun ajaran 2019 / 2020.

“Kuota tahun ajaran 2019 / 2020 total sebanyak 5.525 mahasiswa yang merupakan gabungan antara SMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri. Dan jalur mandiri ada 30% dari total kuota sama dengan 1.600 mahasiswa,” papar Nasih.

Untuk jalur mandiri, Nasih menegaskan Unair Surabaya masih tetap menggunakan tes tulis sebagai panduan utama penerimaan mahasiswa baru. “Tentunya kami ingin memberikan kesempatan yang seluasnya bagi calon mahasiswa yang belum lolos melalui jalur SMPTN maupun SBMPTN,” ujar Nasih.

Namun demikian ditegaskan Nasih bahwa masyarakat tetap harus mengikuti secara cermat syarat dan ketentuan untuk pendaftaran jalur mandiri. “Jangan coba-coba berurusan dengan segala bentuk percaloan!” tutup Nasih.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs