Minggu, 29 Mei 2022

Video Pengeroyokan Anak-Anak di Surabaya, Polisi: Berawal dari Saling Ejek

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi.

Sebanyak 9 anak perempuan yang terlibat penganiayaan dan videonya viral di media sosial, menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, Senin (8/7/2019). Anak-anak yang berusia sekitar 12-15 tahun itu datang didampingi oleh orang tuanya.

AKP Ruth Yeni Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya mengatakan, sembilan anak itu membenarkan kejadian yang terekam dalam video. Itu terjadi berawal dari saling ejek antara korban dengan salah satu anak yang menjadi pelaku.

“Terlapor merasa tersinggung. Lalu korbannya sempat minta maaf dan diajak untuk kumpul bertemu dengan terlapor dan teman-temannya. Akhirnya berakhir dengan kekerasan fisik itu tadi,” kata Ruth, Senin (8/7/2019).

Langkah selanjutnya, kata Ruth, pihaknya akan memanggil 3 orang anak yang menjadi saksi pengeroyokan itu. Sementara untuk 9 anak-anak yang menjalani pemeriksaan hari ini, sudah dipulangkan ke orang tuanya masing-masing.

Dalam hal ini, pihaknya fokus memberikan arahan dan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi pelaku dan juga korban. Tidak hanya dari pihak kepolisian, DP5A Pemkot Surabaya dan Surabaya Children Crisis Centre (SCCC) juga turut mendampingi.

“Kita lihat dulu ini jalannya kasus seperti apa. Ini juga upaya mengingatkan anak-anak. Kita akan memikirkan endingnya yang menguntungkan untuk anak-anak. Tapi mereka juga mendapatkan efek jera atau pelajaran supaya mereka mengerti dan memahami soal pidana,” kata dia.

Sebelumnya, video pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah anak-anak di Surabaya ramai di media sosial. Video tersebut merekam aksi sejumlah anak-anak perempuan yang melakukan kekerasan terhadap seorang anak perempuan lainnya yang diduga rekannya sendiri.

Di dalam video itu, memperlihatkan delapan anak perempuan mengeroyok seorang perempuan berbaju hitam di Jalan Dharmahusada Indah Barat VIII, Surabaya. Pengeroyokan itu dilakukan secara bergiliran oleh delapan anak-anak. Di video itu, korban atau anak yang dikeroyok menangis kesakitan.

Menanggapi hal itu, AKP Ruth Yeni pun membenarkan kejadian itu. Di mana pengeroyokan itu terjadi pada 27 Juni 2019 dan saat ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Pihak orang tua korban juga sebelumnya telah melaporkan kejadian itu ke polisi pada 28 Juni lalu. Baik korban maupun pelapor, sudah menjalani pemeriksaan dan hasil visum pun juga telah dikantongi penyidik.

“Laporannya sudah ada di kami, tanggal 28 Juni. Kejadiannya tanggal 27 juni 2019, siang,” kata Ruth melalui sambungan telepon, Kamis (4/7/2019). (ang/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
29o
Kurs