Rabu, 18 Mei 2022

100 Hari Parade Baca Cerpen, Kreativitas di Pandemi Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu diantara poster yg dibuat untuk pembacaan cerpen Miss Markonah karya Wina Bojonegoro yang dibacakan Aini Aswin. Foto: humas Paradebacacerpen

Menolak menyerah dan tetap berkarya di tengah pandemi Covid-19, Wina Bojonegoro hadirkan 100 Hari Parade Baca Cerpen. Aksi ini adalah bukti kreativitas Wina Bojonegoro tetap berkarya dan menolak menyerah ditengah pandemi Covid-19.

“Ketika pandemi ini menghajar hampir semua lini aktivitas massa, aku juga sempat terpuruk. Jatuh. Karena tidak tahu harus berbuat apa. Pandemi ini seolah membuat semuanya mandeg,” terang Wina Bojonegoro, Minggu (19/7/2020).

Keseharian Wina sebagai penulis, ikut juga terhenti dan mandeg seakan tak ada lagi hal-hal yang bisa dijadikannya sebagai bahan tulisan lantaran pandemi Covid-19 ini. Semua terdampak.

“Nggak tahu mau ngapain. Usaha travel juga harus berhenti. Pandemi mengharuskan masyarakat social distancing. Termasuk wajib patuh PSBB. Aktivitas terhenti sebagai akibat pandemi sekaligus aturan-aturan baru yang harus dipatuhi masyarakat,” tambah Wina yang memang punya usaha travel agent itu.

Perlahan tapi terus mencoba, Wina menggelar kelas-kelas menulis secara daring. Sambutan positif masyarakat, membuatnya berpikir keras untuk membuat aktifitas apalagi yang bisa dilakukan di masa pandemi ini, tetapi tidak jauh dari kecintaannya pada menulis dan sastra.

“Muncullah kemudian ide 100 Hari Parade Baca Cerpen itu. Pakai IG live. Siapapun boleh membacakan cerpen-cerpen. Dan ternyata kawan-kawan sangat antusias dengan aksi ini. Sampai hari ini, masih terus kita gelar,” tambah Wina.

Saking antusiasnya, Wina menyebut kuota pembaca cerpen pada aksi 100 Hari Parade Baca Cerpen sudah terisi penuh sampai bulan Agustus nanti. Diluar dugaan mereka yang secara sukarela membaca cerpen malah berharap bisa membaca lagi di 100 Hari Parade Baca Cerpen ini.

Sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, ibu-ibu pejabat, serta perempuan dari beragam profesi ternyata ikut serta tampil dalam aksi 100 Hari Parade Baca Cerpen ini. “Awalnya aku hanya ajak kawan-kawan dan muridku saja. Ternyata, banyak juga masyarakat yang tertarik. Yaa weess,” ujar Wina.

Disela-sela kesibukannya saat ini di tengah pandemi Covid-19, mengedit cerpen dan menyiapkan cerpen kepada kawan-kawannya untuk dibacakan, Wina merasa bahwa pandemi ini tetap harus dihadapi. “Jaga kesehatan dan jangan berhenti berkreatifitas,” tegas Wina.

Aini Aswin penyiar radio Suara surabaya yang ikut aksi 100 Hari Parade Baca Cerpen mengaku senang dan kegiatan itu bisa jadi sarana baru yang mengasyikkan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Aku baca cerpen Miss Markonah karya mbak Wina. Cerpennya menarik dan kegiatan seperti ini adalah alternatif berkesenian di tengah pandemi Covid-19. Ini pengalaman baru, aku senang,” pungkas Aini Aswin, Minggu (19/7/2020). (tok/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Jalan Tambak Osowilangon Macet

Jalan Ahmad Yani Surabaya Pada Petang Hari

Kemacetan di Ketintang Arah Jalan Karah

Surabaya
Rabu, 18 Mei 2022
29o
Kurs