Senin, 30 Maret 2020

Banjir Sebulan di Tanggulangin, Dinas Kesehatan Sidoarjo Belum Minta Bantuan Provinsi

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Banjir yang menggenangi kawasan SMPN 2 Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (13/2/2020) pagi. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Banjir sebulan yang melanda Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo telah mengakibatkan setidaknya 278 orang sakit di daerah itu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bahkan telah membuka posko kesehatan khusus di Balai Desa Kedungbanteng akibat banjir ini. Dr Syaf Satriawarman Kadinkes Kabupaten Sidoarjo menyebut, kasus terbanyak yaitu sakit gatal-gatal, sakit kepala, dan demam.

Menanggapi hal ini, Herlin Ferliana Kadinkes Jatim mengatakan, sampai saat ini belum ada permintaan bantuan dari Dinas Kesehatan Sidoarjo pada pihaknya.

“Sepertinya kabupaten masih mengupayakan sumber daya yang ada. Tenaga dan obat-obatan mereka masih mengatasi. Mereka tidak minta bantuan dan tidak perlu disupport spesifik,” ujar Herlin di kantor Dinkes Jatim, Surabaya pada Jumat (14/2/2020).


Herlin Ferliana Kadinkes Jatim. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ia mengatakan, pada prinsipnya, selama dinas kesehatan di tingkat kota/kabupaten mampu mengatasi kasus kesehatan yang ada di daerahnya, maka dinas kesehatan provinsi tidak perlu memberi bantuan.

“Selama kabupatennya mampu gitu, biasanya kami hanya mensupport permintaan kabuapaten. Kalau Kabupaten tidak mampu, kami harus wajib mendatangkn apa yang jadi kekurangan,” kata Herlin.

“Kalau saya lihat datanya tidak banyak, sekitar 217an gitu. Data-data yang berobat di poskonya. Kita akan lihat, kalau bebannya kabupaten itu sampai besar, kami akan turun tangan,” tutupnya.(bas/tin/rst)

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Surabaya
Senin, 30 Maret 2020
27o
Kurs