Rabu, 26 Februari 2020

Ekspor dan Impor Jatim 2019 Turun Dibanding 2018

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Satriyo Wibowo Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Ekspor Jatim selama Januari-Desember 2019 dilaporkan turun dibandingkan periode Januari-Desember 2018. Satriyo Wibowo Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengatakan, tahun 2019 ekspor Jatim mencapai USD 20,28 Miliar atau turun 0,49 persen dibanding tahun 2018 sebesar USD 20,38 miliar.

Sedangkan, Impor Jatim selama 2019 mencapai USD 23,34 miliar atau turun sebesar 9,32 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencapai USD 25,73 miliar.

Satriyo mengatakan, penurunan ekspor-impor jatim ini menunjukkan kemungkinan adanya bahan baku yang sebelumnya harus impor, sudah bisa dipenuhi di dalam negeri.

“Tetapi impor kita turunnya lebih tajam. Kalau ekspor kan turunnya hanya 0,49. Tetapi impornya turun 9, 32 persen. Kalau impornya turun lebih tajam tapi ekspor tidak terpengaruh, kemungkinan ada bahan baku yang sudah bisa dipenuhi dalam negeri,” ujar Satriyo ditemui usai menggelar konferensi pers di kantor BPS Jatim, Surabaya pada Rabu (15/1/2020).

Lebih rinci, Nilai ekspor jatim pada sektor migas tahun 2019 mencapai USD 918.737.700. Sedangkan sektor non migas menyumbang USD 19.365.753.720. Sedangkan pada tahun 2018, sektor migas menyumbang ekspor sebanyak USD 1.284.850.230 dan non migas sebanyak USD 19.098.858.850.

Sedangkan, untuk nilai impor jatim pada sektor migas tahun 2019 mencapai USD 4.405.169.370 dan non migas mencapai USD 18.930.305.140. Pada tahun 2018, impor migas jatim mencapai USD 5.027.398.480 dan non migas mencapai USD 20.705.299.160. (Bas/rst)

Berita Terkait