Selasa, 28 September 2021

Pimpinan MPR Mengecam Arogansi Presiden Amerika Serikat

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Fadel Muhammad Wakil Ketua MPR RI (kiri) memberikan plakat tanda simpati kepada Mohammad Azad Duta Besar Iran atas terbunuhnya Qassem Soleimani pemimpin militer Iran akibat serangan drone Amerika Serikat, Jumat (10/1/2020), di rumah dinas Dubes Iran, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Farid suarasurabaya.net

Fadel Muhammad Wakil Ketua MPR RI mengecam serangan militer Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak, yang menewaskan Qassem Soleimani komandan Militer Iran.

Pernyataan itu disampaikan Fadel, siang hari ini, Jumat (10/1/2020), di sela kunjungan ke rumah dinas Mohammad Azad Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Fadel yang juga menjabat Ketua Komite Iran di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya pimpinan Pasukan Elit Quds Iran.

Menurut Fadel, sikap arogan Donald Trump Presiden Amerika Serikat, sangat berbahaya bagi perdamaian dunia.

“Saya datang untuk menyampaikan simpati dan turut berduka cita atas pembunuhan Jenderal Soleimani pahlawan yang berjasa buat keamanan di Iran. Saya selaku Pimpinan MPR RI juga menyesalkan tindakan arogan dan angkuh Amerika Serikat, karena itu bukan cuma masalah AS dan Iran, tapi juga masalah kemanusiaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR RI berharap ada jalan keluar terbaik atas konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Merespon pernyataan simpati Pimpinan MPR, Duta Besar Iran atas nama pemerintah dan rakyat Iran menyatakan apresiasi dan rasa terima kasih yang sangat dalam.

“Kami sangat berterima kasih, kami memang sangat kehilangan sosok pahlawan kami. Rasa simpati Pimpinan MPR dan Rakyat Indonesia adalah penyejuk bagi kami,” kata Mohammad Azad.

Seperti diketahui, Donald Trump Presiden AS mengaku memerintahkan serangan militer pesawat tanpa awak (drone), Jumat (3/1/2020), di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Target utama serangan adalah Mayor Jenderal Qassem Soleimani Pemimpin Pasukan Elit Quds Iran. Serangan itu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis wakil komandan milisi Irak yang didukung Iran.

Pembunuhan petinggi militer Iran tersebut memperburuk hubungan kedua negara yang sudah memanas sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018, serta pemberlakuan sanksi dagang kepada Iran.

Merespon aksi pembunuhan berencana itu, Iran melakukan serangan balasan. Selasa malam (7/1/2020) sampai Rabu (8/1/2020) pagi, Iran meluncurkan rudal dan roket ke dua pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di Irak.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
33o
Kurs