Kamis, 24 September 2020

Wakil Wali Kota Surabaya Dukung Presiden Tidak Pulangkan WNI Eks ISIS

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya. Foto: Istimewa

Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya mendukung langkah Joko Widodo Presiden tidak memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke tanah air.

Menurutnya, WNI eks ISIS dia tengarai akan membawa paham radikalisme. Paham itu akan menjadi bibit aksi terorisme yang mengancam NKRI dan Pancasila sebagai Ideologi.

Joko Widodo Presiden, beberapa waktu lalu, memang sempat menyatakan, secara pribadi tidak setuju dengan rencana pemulangan WNI dari Suriah.

Namun, dia menyatakan pemerintah masih akan membahas tentang itu dalam rapat terbatas melibatkan menteri dan pejabat setingkat menteri terkait sebelum mengambil keputusan.

“Kami mendukung langkah Presiden,” kata Whisnu Sakti Buana dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (9/2/2020).

Sikap tegas itu dinyatakan Whisnu mengingat tragedi aksi terorisme di Surabaya pada Mei 2018 silam. Para pelaku telah terpapar paham radikalisme. Bahkan, aksi pengeboman juga dilakukan satu keluarga.

Dia mengingatkan tentang aksi bom bunuh diri yang terjadi di empat titik di kota Surabaya. Pada 13 Mei 2018 terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

Hanya berselang sehari, bom bunuh diri juga diledakkan di Kantor Polrestabes Surabaya. Hal itu secara pribadi membuat Whisnu mengungkapkan keperihatinan yang mendalam.

“Hal itu sudah jelas menjadi trauma bagi Warga Surabaya,” kata politisi PDIP yang akrab disapa WS ini.

Terlebih, pada saat peringatan HUT Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019 kemarin, aksi terorisme kembali terjadi. Seseorang melakukan penyerangan di kantor Polsek Wonokromo Surabaya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Jatim ini tidak setuju tentang wacana penyaringan terhadap keluarga eks ISIS yang menginginkan kembali pulang.

“Loh ini bukan lagi bicara kemanusiaan. Ini persoalan kedaulatan Negara. Pelaku aksi teroris yang terpapar paham radikal itu juga dilakukan sekeluarga. Sekali lagi ini demi keutuhan dan kedaulatan negara,” terang WS.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberantasan aksi radikalisme, pasangan Tri Rismaharini di Pilkada Surabaya 2015 ini akan merangkul seluruh ormas islam dan seluruh masyarakat. Bentuknya, pengawasan terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Ini memerlukan bantuan seluruh lapisan. Khususnya NU sebagai garda terdepan dalam paham radikalisme di Surabaya,” kata WS.(den)

NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
29o
Kurs