Jumat, 30 Oktober 2020

Acara KAMI di Surabaya Batal dan Dibubarkan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kombes Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Jatim membenarkan pihaknya membubarkan acara itu, Senin (28/9/2020). Foto: Istimewa

Acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim yang seharusnya digelar di Gedung Juang 45 Surabaya, Senin (28/9/2020), batal terlaksana. Ratusan massa kelompok ‘Surabaya Adalah Kita’ menyuarakan penolakan.

Seharusnya, dalam kegiatan KAMI di Gedung Juang 45 itu Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo Mantan Panglima TNI dijadwalkan hadir. Gatot dan petinggi Kami Jatim pun menggelar acara di tempat lainnya.

Mereka menggelar kegiatan ramah tamah di Gedung Jabal Nur, Jambangan Surabaya. Gatot Nurmantyo hadir. Dia sempat menyampaikan sambutan. Tapi di tengah sambutan itu seseorang mengaku polisi memintanya berhenti.

Tidak hanya meminta Gatot menghentikan sambutannya, orang yang mengaku anggota polisi itu juga meminta acara itu disudahi, mengingat massa yang mengggelar penolakan di Gedung Juang 45 merapat ke Gedung Jabal Nur.

Kombes Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Jatim membenarkan pihaknya membubarkan acara itu. Dia bilang, izin penyelenggaraan acara itu tidak dipenuhi oleh panitia acara.

Seharusnya, kata Truno, penyelenggara mengajukan izin jauh sebelum acara digelar. Namun ini, proses pengajuan izin itu baru disampaikan ke Polda Jatim dua hari menjelang digelarnya acara.

“Terkait dengan kegiatan yang sifatnya lokal pengajuan izin harus 14 hari sebelumnya. Untuk kegiatan nasional harus 21 hari sebelumnya. Kita ketahui dari beberapa yang kita lihat, surat-surat administrasi itu baru diberikan 26 September, dua hari lalu,” katanya di Mapolda Jatim.

Trunoyudo beralasan, pemberhentian acara iru berkaitan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena menurutnya, Jatim jadi perhatian nasional soal penyebaran Covid-19.

Di masa pandemi Covid-19 ini, ujarnya, keselamatan masyarakat adalah yang utama. “Setiap kegiatan keramaian harus melalui assesment. Untuk situasi sekarang acara secara virtual lebih valid lah,” ujarnya.

Donny Handricahyono Komite Eksekutif KAMI Jatim bilang, acara yang digelar di Jabal Nur bukan acara utama. Dia bilang acara utama sejatinya digelar di Gedung Juang 45. Di Jabal Nur, kata dia, hanya acara ramah tamah.

“Pak Gatot kan mau menuju ke situ (Gedung Juang) artinya kita punya acara di sana. Kita mau sarapan di penginapan itu. Begitu kita mau sarapan di penginapan itu karena banyak kiai, lantas karena (Gatot) tokoh diminta sambutan untuk bicara dan lain-lain. Begitu bicara baru jalan sudah dibubarkan sama polisi,” ujar Donny.

Alasan pembubaran, kata Donny, karena di luar Gedung Jabal Nur, banyak masyarakat dari gabungan Ormas yang berkerumun dan menolak acara digelar. “Polisi yang membubarkan. Sama sekali tidak menunjukan identitas. Dia menyebutkan dari polisi tapi tidak menunjukan surat apa pun,” ujar Donny.(den/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
28o
Kurs