Jumat, 3 Desember 2021

Akhirnya Benteng Pertahanan Kami Jebol Juga…

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan

Ya, sejak 31 Agustus 2020 lalu, kami melakukan rapid test dengan metode serologi secara acak pada kru kami. Dari sana, diketahui ada hasil reaktif. Lalu pada 2 September 2020 kami melanjutkannya dengan uji usap (swab) secara bergelombang sampai dengan tanggal 4 September 2020 ke seluruh kru yang ada di Suara Surabaya Media. Dari hasil uji usap itu, diketahui ada 18 kru kami yang terpantau positif Covid-19.

Mengagetkan buat kami? Jelas. Kami telah melakukan protokol keamanan yang ketat sejak Joko Widodo Presiden RI mengumumkan kasus pertama Covid-19, awal Maret lalu. Banyak standar operasional kami yang berubah. Ruang siar yang dulunya jadi satu dengan narasumber, sejak itu dipisah. Masuk ke dalam lingkungan Suara Surabaya Media pun diterapkan protokol cuci tangan dan penggunaan masker. Standar Work from Home (WFH) juga dijalankan secara bergantian di unit-unit produksi yang memungkinkan.

Tapi fakta memang berkata lain. Kru yang terpapar Covid-19 di Suara Surabaya berasal dari Departemen Produksi. Sebagian besar berasal dari Divisi New Media, yang menangani web www.suarasurabaya.net dan sosial media. Sedangkan divisi on air, newsroom, reporter, dan departemen non produksi, dinyatakan negatif dari uji usap gelombang 2, 3, dan 4.

Begitu mendapatkan informasi hasil uji usap, yang pertama kami lakukan adalah memastikan mereka yang positif, menjalani standar karantina. Kami memilih sebuah hotel di Surabaya sebagai tempat awal proses karantina. Kami juga berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Surabaya.

Dengan koordinasi bersama Pemkot Surabaya ini, kami kemudian diarahkan menuju fasilitas penanganan yang komprehensif. Sejak 6 September lalu, atas rekomendasi Pemkot Surabaya, 18 kru kami dipindahkan ke Hotel Asrama Haji Surabaya. Di sana, penanganan kru kami dilakukan secara maksimal oleh Pemkot Surabaya. Sementara, tim Gugus Tugas Suara Surabaya Media, masih bisa melakukan monitoring dan koordinasi secara intensif.

Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media mengatakan, perusahaan mengambil pilihan terbaik dalam penanganan masalah ini. “SDM adalah aset perusahaan yang tidak bisa dinilai atau digantikan dengan apapun. Mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik, bahkan sampai ke keluarganya kami data,” ujarnya.

Lepas dari maksimalnya penanganan perusahaan dan Gugus Tugas Pemkot Surabaya, kami semua di Suara Surabaya Media adalah manusia biasa. Yang juga memiliki rasa takut. Setiap hari kami mengolah informasi dan menyampaikan berita, mengajak Anda berdiskusi tentang Covid-19. Dan sekarang…kami merasakan apa yang menjadi ketakutan para korban.

Kami percaya, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan Sang Pengatur Alam Semesta, punya rencana di balik ini. Kami takut, tapi pasrah dengan rencanaNYA.

Cobaan ini ternyata juga menguatkan kami sebagai satu keluarga, satu tubuh. Kami juga punya Kalian, para pendengar…netter, khalayak, dan kawan-kawan yang menjadi penyebab kami berkarya. Dukungan Anda jadi penyemangat kami di kamar karantina dan ruang siar ini.

Oh iya…kami mohon maaf apabila dalam melayani konsumen, beberapa hari ke depan kami belum maksimal. Tapi percayalah, kami di sini berpikir positif dan gembira agar imun tubuh menguat. Agar kami bisa hadir lagi untuk Anda.

Doakan kami sembuh….  🙂

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs