Selasa, 24 November 2020

Bangunan Monumental di Surabaya Dipamerkan Daring 360 Derajat

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat mahasiswa tidak kreatif. Mahasiswa program studi Desain Interior UK Petra Surabaya menggelar pameran karya tugas secara online yang ditampilkan secara virtual di www.interior.petra.ac.id dan IG : interior_petra.

Diana Thamrin S.Sn., M.Arch., Kepala Studio Desain Interior & Stying 4 Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, menyampaikan bahwa pameran Design of Cultural-Monumental Spaces in Surabaya, diikuti sekurangnya 81 mahasiswa semester 6, dan merancang ulang sejumlah bangunan di Kota Surabaya.

“Pameran virtual ini merupakan bagian dari mata kuliah Desan Interior & Styling 4 (DIS 4) yang diikuti oleh 81 mahasiswa semester 6. Mereka merancang ulang bangunan-bangunan ruang budaya monumental yang ada di Surabaya,” terang Diana Thamrin.

Bertema: Design of Cultural-Monumental Spaces in Surabaya, karya desain ruang budaya ini uniknya dapat dilihat secara 360 derajat dan dapat dinikmati dengan video walkthrough mulai dari Kamis (18/6/2020) sampai dengan Jumat (26/6/2020). Meliputi museum, galeri, perpustakaan dan ruang ibadah.

Pameran mata kuliah wajib ini dilakukan dengan metode service-learning mencakup 11 objek perancangan yaitu Museum Surabaya Siola, Museum TNI AL Loka Jala Crana, Museum Penerbangan TNI AL, Galeri Von Faber-Museum Mpu Tantular, Museum Kesehatan Dr. Adhyatma MPH, Visma Coffee, Co-working and Gallery, Perpustakaan Umum Rungkut Surabaya Rumah Air Surabaya, GPT Philadelphia, GPIB Jemaat Genta Kasih dan GKJW Rungkut.

Total terdapat 81 tugas yang berbeda. Satu diantaranya adalah karya Nathania Melissa yang meredesain interior dan desain styling Museum TNI Angkatan Laut. Nia, panggilan akrabnya, memilih konsep Benteng Perjuangan dengan aplikasi teknologi baru seperti augmented reality dan penambahan diorama.

“Desainnya yang sekarang outdated, memerlukan pengolahan ruang yang dapat menarik minat pengunjung dan meningkatkan publikasi yang berkesan. Maka dari itu kami mencoba melakukan perubahan desain dinding, lantai, plafon dan elemen interior lainnya menjadi lebih dinamis, modern namun tetap membangun suasana pada masa perang serta kami tambahkan juga fasilitas photobooth,” terang Nia.

Tugas yang memiliki kriteria transformasi konsep dalam desain, implementasi nilai lokalitas Surabaya serta nilai edukatif bagi masyarakat di dalam perancangan dan kreativitas dalam menampilkan gambar desain secara virtual akan menjadi tugas dengan nilai tertinggi nantinya.

Ditambahkan Diana Thamrin Kepala Studio Desain Interior & Stying 4 Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya bahwa para mahasiswa ini wajib harus melewati tiga tahapan sebelum membuat karya atau tugas sesuai keinginan dan kebutuhan pada perkuliahan ini.

“Melakukan observasi lapangan terhadap obyek yang dipilih, menciptakan ide perancangan ulang kemudian mengkomunikasikan hasil perancangan melalui pameran virtual,” pungkas Diana.

Masyarakat umum, lanjut Diana dapat menikmati pameran ini dengan mengakses QR Code yang di tampilkan dalam sebuah digital poster pameran, sehingga para pengunjung dapat merasakan sedang melihat desain ruang secara tiga dimensi.

“Dengan memadukan banyak hal, pameran ini memberikan kesempatan kepada masyarakat umum, atau mahasiswa sendiri mengakses QR Code yang disediaka, karena situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung saat ini, sehingga pameran karya tidak mungkin digelar seperti pameran biasa,” tutup Diana.(tok/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Serikat Pekerja Demo di Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
29o
Kurs